myanmarYangon, LiputanIslam.com – Sekelompok ekstrimis Buddha kembali bertindak brutal terhadap warga Muslim Rohingya di Myanmar. Mereka yang berjumlah sekira 100 orang tiba-tiba menyerbu dan menyerang warga Muslim Rohingya yang tinggal di kota kecil Hlegu di pinggiran kota Yangon, Jumat (04/04).

Massa bertindak brutal dengan melempari warga minoritas Rohingya dengan batu dan kayu serta berusaha merusak rumah-rumah dan toko-toko warga minoritas Muslim tersebut. Mendapat serangan sedemikian rupa, warga Rohingya berusaha melawan sehingga bentrokan antara kedua pihak tak terhindari. Beberapa orang dilaporkan cidera, termasuk sejumlah polisi yang berusaha melerai bentrokan.

Komunitas Muslim Rohingya di Myanmar hidup tertindas dan kerap menjadi korban penganiayaan dan represi sejak negara ini meraih kemerdekaan pada tahun 1948. Dalam perkembangan terbaru, pemerintah Myanmar mengumumkan bahwa warga Muslim minoritas itu tidak akan dicatat sebagai etnis Rohingya dalam sensus penduduk secara nasional mulai dari 30 Maret sampai 10 April 2014. Sensus ini sendiri  diselenggarakan pertama kali dalam 30 tahun terakhir dengan bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dari total penduduk Myanmar yang berjumlah hampir  60 juta jiwa, jumlah warga Muslim Rohingya diperkirakan mencapai sekitar 5 persen.

Berbagai laporan menyebutkan bahwa kondisi ribuan Muslim Rohingya di Myanmar sangat memprihatinkan akibat kekurangan bahan pangan dan bahkan air minum. Bantuan kemanusiaan kepada mereka juga tersendat di Rakhine akibat eskalasi kekerasan bermotif sektarian.

Pemerintah Myanmar sendiri menjadi sasaran kecaman berbagai kelompok peduli hak asasi manusia karena dinilai gagal melindungi warga Muslim Rohingya. PBB juga mendata warga Muslim Rohingya sebagai komunitas yang paling teraniaya.

Ratusan Muslim Rohingya dilaporkan tewas dalam kerusuhan sektarian yang terjadi selama beberapa bulan di Myanmar, sedangkan ribuan lainnya terpaksa mengungsi dan kehilangan tempat tinggal mereka. (mm/presstv) 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL