libya PMTripoli, LiputanIslam.com – Perdana Menteri (PM) interim Libya Abdullah al-Thani mengundurkan diri dengan alasan dia dan keluarganya telah menjadi korban serangan para “pengkhianat” bersenjata  sehari sebelumnya.

Dalam surat pengunduran dirinya, Minggu (13/4/2014) sambil menyebutkan alasan itu dia menyatakan, “Saya tidak siap menyaksikan kekerasan akibat kedudukan saya.” Dia menambahkan, “Karena itu saya memutuskan untuk menyampaikan permohonan maaf atas ketidak sediaan saya menerima jabatan sementara ini.”

Parlemen Libya, GNC, masih belum menyetujui secara resmi pengunduran diri Thani. Jubir GNC menyatakan pihaknya akan mengambil keputusan pada sidang Selasa (15/4/2014), dan karena itu Thani diminta tetap bertahan pada posisinya sampai GNC memilih PM baru.

Abdullah al-Thani memilih mundur tidak sampai satu minggu setelah GNC menugaskan dirinya supaya  membentuk kabinet baru, dan satu bulan dia setelah berhasil melengserkan pendahulunya yang dia nilai gagal mengendalikan kasus-kasus pelanggaran hukum.

Tanpa memberikan penjelasan secara detail, Thani menyatakan serangan itu telah meneror penduduk  sebuah perumahan dan membuat kehidupan sebagian mereka terancam bahaya. Sumber-sumber yang dekat dengan Thani mengatakan bahwa insiden serangan itu terjadi di sebuah jalan yang mengarah ke Bandara Tripoli, namun serangan itu tidak sampai menjatuhkan korban.

Pengunduran diri Abdullah al-Thani menambah kekcauan di Libya ketika otoritas Tripoli berjuang keras untuk mengendalikan brigade-brigade eks-pemberontak dalam peristiwa penggulingan Presiden Moamar Gaddafi sekitar tiga tahun silam. (mm/abc/rte)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL