fulani_nigeriaKano, LiputanIslam.com – Sebanyak 79 orang tewas akibat serangan kelompok warga semi-nomaden (suku yang hidup berpindah-pindah) terhadap sebuah desa di negara bagian Zamfara, Nigeria. Jumlah ini meningkat dibanding jumlah yang dilaporkan sebelumnya, yaitu 30 orang.

“Gubernur dan para pejabat lainnya hari ini berada di desa Yar Galadima untuk mengikuti proses pemakaman 79 korban serangan kawanan pencuri ternak,” ungkap pejabat Nigeria Nuhu Salihu Anka, seperti dikutip AFP Minggu (6/4).

Dia menambahkan, “Dalam tiga tahun terakhir kami sering bergumul dengan serangan mematikan dari kawanan perampok bersenjata dan pencuri ternak, tapi kali ini adalah serangan yang terburuk.”

Sementara itu, Adamu Amadu, seorang tokoh masyarakat setempat menyebutkan jumlah yang lebih besar untuk korban tewas akibat serangan ini.“Hari ini kami sudah mengubur 120 jenazah korban serangan, dan jumlah ini kemungkinan masih akan bertambah,” ungkapnya. Sabtu lalu Juru Bicara Kepolisian Nigeria, Lawal Abdullahi, hanya menyebutkan jumlah 30 korban.

Dalam peristiwa ini kawanan bersenjata Fulani menyerang sebuah pertemuan yang membicarakan masalah ancaman keamanan di empat negara bagian yang bersebelahan, yaitu Zamfara, Kaduna, Kebbi dan Kastine.  Seorang warga yang selamat mengaku trauma dan meminta aparat keamanan mengantisipasi serangan kawanan Fulani.

Kawanan semi-nomaden Fulani sudah sekian dekade terlibat konflik dengan masyarakat petani di wilayah tengah dan utara Nigeria. Mereka biasanya mendatangi dan merusak ladang-ladang petani, terutama di musim kering, untuk memberi makan ternak mereka. Akibatnya, mereka sering bentrok dengan penduduk setempat yang berusaha mencegah kedatangan mereka.

Undang-Undang Nigeria sudah mengupayakan peningkatan hak masyarakat adat  di daerah asal mereka, termasuk hak untuk mendapat pendidikan umum dan pekerjaan. Namun, kelompok Fulani merasa haknya telah diabaikan secara sistematis, dan perselisihan terjadi secara variatif dari negara bagian ke negara bagian lain. Perselisihan bahkan tak jarang bernuansa agama, terutama di daerah yang mayoritas petaninya beragama Kristen.

Bulan lalu sekitar 100 orang tewas di negara bagian Kaduna akibat serangan kewanan bersenjata api dan parang terhadap desa-desa setempat. (mm/presstv/sbs)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL