nigeria-villageAbuja, LiputanIslam.com – Belum tuntas Tim SAR mencari sisa-sisa korban ledakan dua bom mobil yang menewaskan 118 orang di pusat kota Jos, Nigeria, tersiar berita baru bahwa kawanan bersenjata yang diduga kelompok ekstrimis Boko Haram telah menyerang tiga desa di negara ini hingga mengakibatkan sedikitnya 48 penduduk tewas.

Disebutkan bahwa serangan itu terjadi Selasa malam dan Rabu dini hari lalu (20-21/05/2014), dan satu di antara tiga desa yang diserang terletak tidak jauh dari Chibok, kota yang lebih dari 300 siswi sekolah menengahnya diculik Boko Haram pertengahan April lalu.

Laporan tentang ini dikemukakan oleh penduduk dan dibenarkan oleh agen keamanan Nigeria yang tidak disebutkan namanya.

Apagu Maidaga, penduduk desa Alagarno, mengatakan penduduk yang selamat dari serangan bersembunyi di semak-semak sambil menyaksikan rumah-rumah mereka yang terbuat dari tanah liat dan beratapkan jerami dibakari oleh para ekstrimis.

“Kami menyaksikan desa kami dilalap api ketika kami bersembunyi dalam semak-semak menantikan fajar menyingsing. Kami kehilangan segalanya,” keluh Maidaga kepada AP, sebagaimana dikutip The Guardian.

Dalam serangan ekstrimis di kota Jos, 118 penduduk tewas akibat ledakan dua bom mobil, satu di terminal bus dan yang lain di pasar Selasa (20/5). Mohammed Abdulsalam dari Badan Manajemen Darurat Nasional Nigeria mengatakan sebagian besar korban di pasar adalah perempuan yang bekerja di pasar serta anak-anak kecil. “Kami kira masih akan ditemukan lagi korban dari puing-puing bangunan,” lanjut Abdulsalam.

Presiden Nigeria Goodluck Jonathan mengisyaratkan pihaknya mencurigai Boko Haram sebagai pelaku serangan. Dia berusaha lagi meyakinkan rakyatnya bahwa pemerintahannya “masih berkomitmen sepenuhnya untuk memenangi perang melawan teror.”

Juru bicara Angkatan Bersenjata Nigeria, Brigjen Olajide Laleye, juga menegaskan bahwa kemenangan sudah dekat. Namun demikian, banyak kalangan pessimis karena selain moral tentara Nigeria diketahui rendah juga tidak didukung perlengkapan perang yang memadai, termasuk rompi anti peluru.

Jumlah korban tewas akibat serangan ekstrimis sejak awal tahun ini tercatat lebih dari 2,000 orang. Jumlah ini meningkat dibanding tahun 2010 hingga 2013 yang totalnya diperkirakan sebanyak 3,600 orang. (mm/theguardian)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL