CAR-militiaBangui, LiputanIslam.com – Bentrokan antarkelompok di Republik Afrika Tengah (CAR) yang terjadi sejak awal pekan ini dilaporkan telah menjatuhkan puluhan korban tewas yang sebagian besar adalah warga sipil.  Kelompok Kristen dan kelompok Muslim terlibat aksi saling serang di Grimari, 300 km timur laut Bingui, ibu kota CAR.

“Ada 22 korban tewas, empat di antaranya adalah perempuan yang terbunuh oleh peluru nyasar,” tutur Michel Sefioman, kepala Balai Kesehatan Grimari dan anggota Palang Merah setempat, Rabu (16/4/2014). Dia menambahkan, “Ada empat orang dari kelompok Saleka (Muslim) terbunuh, sedangkan dari pihak Anti-Balaka (Kristen) dua orang.”

CAR dilanda perang saudara sejak Desember tahun lalu. Kelompok militan Kristen mengordinasikan serangan terhadap kelompok Saleka yang telah menggulingkan pemerintah pada Maret 2013. Milisi Kristen kerap menyerang warga Muslim hingga menyebabkan banyak penduduk terpaksa mengungsi.

Ribuan personil tentara Uni Afrika yang dibantu ribuan tentara Perancis sudah didatangkan ke CAR untuk mengendalikan keadaan, namun kerusuhan masih sering terjadi dan banyak jatuh korban di pihak Muslim.

11 April lalu Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pengungsi (UNHCR) menyatakan sangat prihatin atas razia dan serangan milisi Kristen terhadap warga sipil yang berusaha mengungsi. Juru Bicara UNHCR Melissa Fleming melaporkan milisi anti-Balaka memblokir jalan-jalan utama dan menyerang warga sipil yang berusaha mengungsi. Akibat pemblokiran ini warga terpaksa menempuh jalur-jalur alternatif berbahaya untuk dapat mencapai perbatasan.

10 April lalu, pejabat PBB mengatakan hampir 15,000 warga Muslim di Bangui terkepung oleh milisi Kristen. Pemerintah CAR sendiri mengaku pihaknya tidak dapat berbuat apa-apa untuk melindungi warga Muslim. Pemerintah juga menyangsikan kemampuan pasukan internasional melawan gerakan kelompok-kelompok separatis bersenjata. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*