Nigeria_Boko_Haram_abductionLondon, LiputanIslam.com – Amnesti internasional mengecam pemerintah Nigeria karena aparat keamanan negara ini diketahui telah mengabaikan peringatan dini terkait aksi penculikan milisi Boko Haram terhadap lebih dari 240 gadis remaja siswi sebuah sekolah di kota terpencil Chibok, Nigeria, yang terjadi pertengahan April lalu.

Berdasar hasil keterangan dari berbagai sumber terpercaya, lembaga yang berbasis di London, Inggris, ini dalam statamen yang dirilisnya Jumat (9/5/2014) mengungkapkan bahwa aparat keamanan Nigeria sebenarnya memiliki kesempatan selama sekitar empat jam sejak adanya peringatan dini mengenai serangan militan Boko Haram, namun tidak melakukan tindakan pencegahan yang memadai.

“Sebenarnya aparat keamanan Nigeria sudah mengetahui Boko Haram akan melancarkan serangan, namun mereka gagal melakukan tindakan segera yang diperlukan untuk mencegahnya, dan ini hanya akan memperkuat kecaman nasional dan internasional terhadap kejahatan yang sangat mengerikan ini,” tegas Netsanet Belay, Direktur Amnesti Internasional Bidang Riset dan Advokasi Afrika.

Belay menilai hal tersebut sebagai kelalaian pemerintah Nigeria dalam menjalankan tugas dan kewajibannya melindungi warga sipil. Dia lantas mendesak pemerintah Nigeria supaya menggunakan segenap kewenangannya yang sah untuk menyelamatkan ratusan gadis itu dan menjamin bahwa di masa mendatang kejadian seperti itu tidak terulang lagi.

Menurut Amnesti Internasional, markas militer Nigeria di Maiduguri sudah mendapatkan informasi mengenai rencana serangan Boko Haram ke kota Chibok sekitar empat jam sebelumnya. Namun, militer tidak sanggup melakukan konsolidasi pasukan akibat buruknya sumber daya serta ketakutan mereka berhadapan dengan kelompok bersenjata yang perlengkapan perangnya sering lebih baik.

Dengan demikian, pasukan militer tidak dikerahkan ke Chibok pada malam terjadinya serbuan milisi Boko Haram ke sebuah asrama sekolah. Kota kecil itu hanya dijaga oleh 17 personil tentara dan beberapa polisi setempat. Mereka sempat berusaha menghalau serangan, tapi kekuatan Boko Haram tampaknya lebih besar sehingga mereka terpaksa mundur. Satu tentara bahkan dilaporkan tewas.

Seperti diketahui, sudah lebih dari tiga minggu ratusan siswi sekolah itu diculik dan dilarikan ke tempat tersembunyi. Hal ini tak urung membuat kerisauan terus memuncak terkait kemampuan aparat untuk membebaskan mereka dari tangan teroris tersebut.
Amnesti Internasional kembali menyerukan kepada Boko Haram supaya segera membebaskan para sandera itu tanpa syarat serta mengakhiri segala bentuk serangan terhadap warga sipil.

“Aksi penculikan dan berlanjutnya penyekapan terhadap para siswi sekolah itu merupakan kejahatan perang, dan para pelakunya harus dibawa ke pengadilan. Serangan terhadap sekolah-sekolah juga merupakan pelanggaran terhadap hak pendidikan dan ini harus dicegah secepatnya,” tandas Belay. (mm/amnestyinternational)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL