School pupils hold signs as members of Lagos based civil society groups hold rally calling for the release of missing Chibok school girls at the state government house, in Lagos, Nigeria, on May 5, 2014. Boko Haram on Monday claimed the abduction of hundreds of schoolgirls in northern Nigeria that has triggered international outrage, threatening to sell them as "slaves". "I abducted your girls," the Islamist group's leader Abubakar Shekau said in the 57-minute video obtained by AFP, referring to the 276 students kidnapped from their boarding school in Chibok, Borno state, three weeks ago. AFP PHOTO / PIUS UTOMI EKPEIPIUS UTOMI EKPEI/AFP/Getty ImagesKairo, LiputanIslam.com – Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir merilis seruan kepada kelompok ekstrimis Islam Nigeria Boko Haram supaya membebaskan ratusan siswi sekolah menengah yang mereka culik sejak pertengahan April lalu.

Seruan ini dirilis sebagai tanggapan atas ancaman Boko Haram belum lama ini untuk menjual anak-anak gadis itu sebagai budak. Al-Azhar mengingatkan aksi itu sebagai tindakan yang berseberangan dengan ajaran Islam.

“Aksi ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan ajaran luhur Islam. Al-Azhar menuntut pembebasan semua anak gadis itu secepatnya,” tegas statemen tersebut.

Universitas al-Azhar adalah salah satu institusi Sunni tertua dan merupakan lembaga pendidikan tinggi yang paling kredibel dan sangat dihormati di mata Dunia Islam, termasuk Afrika.

Boko Haram adalah kelompok ekstrim yang telah melakukan aksi pemberontakan yang menewaskan ribuan orang dalam lima tahun terakhir di Nigeria.

Senin lalu pemimpin kelompok ini, Abu Bakar Shekau, menyatakan bertanggungjawab atas aksi penculikan ratusan siswa sekolah menengah tersebut. Dalam sebuah rekaman video dia juga dia juga mengancam akan menjadikan anak-anak gadis itu sebagai budak dan akan “dijual di pasar”.

Total siswi dalam asrama sekolah dilaporkan sebanyak 276 siswi ketika milisi Boko Haram menyerbu asrama di kota Chibok , negara bagian Borno, pada malam hari tersebut. Laporan pihak kepolisian setempat menyebutkan bahwa tidak semua siswi terculik. Menurutnya, korban yang terculik berjumlah lebih dari 220 anak karena sebagian berhasil melarikan diri dan lolos dari penculikan. (mm/ahram)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL