pawai-asyura-di-nigeriaWashington, LiputanIslam.com –  Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan prihatin atas serangan pasukan Nigeria terhadap pawai warga Muslim Syiah untuk peringatan Arbai’in (40 hari) kesyahidan cucu Nabi saw, Imam Husain ra, yang menyebabkan terbunuhnya puluhan orang.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS John Kirby dalam statemennya yang dirilis Jumat (18/11/2016) mengecam serangan itu dan menilainya sebagai “respon yang tidak proporsional” polisi Nigeria.

“Amerika Serikat sangat prihatin dengan kematian puluhan orang Nigeria dalam bentrokan warga yang berpartisipasi dalam prosesi Syiah dengan Kepolisian Nigeria di Negara Bagian Kano,” tutur Kirby.

Sebanyak hampir 100 anggota Gerakan Islam Nigeria (IMN) terbunuh pada Senin (14/11/2016) setelah pasukan negara ini menembakkan peluru dan gas airmata terhadap pawai damai yang diselenggarakan warga Muslim Syiah menjelang peringatan Arba’in, yang menandai 40 hari peringatan kesyahidan Imam Hussin ra yang merupakan imam ketiga dalam mazhab Islam Syiah.

Bentrokan sengit pecah ketika polisi berusaha membubarkan ribuan orang, termasuk perempuan dan anak-anak, yang berpawai dari Kano ke Kaduna.

Menurut IMN, tim gabungan keamanan dan personil pemerintah negara bagian Kaduna menghancurkan Sekolah Islam Fudiyya di Zaria serta menyerang Husainiyah di Saminaka.

Pemerintah di negara bagian Kaduna Nigeria Oktober lalu menyatakan IMN sebagai “komunitas yang melanggar hukum”, mengklaim bahwa pawai peringatan yang mereka lakukan berbahaya bagi perdamaian, dan mengancam akan menghukum anggota gerakan itu dengan penjara paling lama tujuh tahun.

Setidaknya 20 orang juga terbunuh dan beberapa lainnya terluka pada 12 Oktober akibat tembakan pasukan Nigeria terhadap warga Muslim Syiah yang memperingati Asyura, hari peringatan kesyahidan Imam Hussein ra. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL