Central African Republic supportBangui, LiputanIslam.com – Lebih dari 100 orang terbunuh akibat konflik antarfaksi yang bersiteru di Republik Afrika Tengah (CAR) dalam 10 hari terakhir. Berbagai laporan yang dirilis Senin (5/5/2014) menyebutkan bahwa sebagian besar korban pertempuran antara milisi Muslim Seleka dan milisi Kristen anti-Balaka tersebut adalah warga sipil.

Gelombang kekerasan terbaru terjadi Kamis lalu di kawasan Mala di utara Bangui, ibu kota CAR, serta beberapa kawasan lain di dekat perbatasan negara ini dengan Chad.
Sumber-sumber militer menyebutkan bahwa dalam beberapa hari terakhir terdapat sekitar 55 warga tewas di kota Paoua, dan 20 lainnya tewas di kawasan dekat Markounda. Kedua tempat itu berada di dekat perbatasan CAR dengan Chad.

CAR menjadi ajang pertumpahan darah antara kelompok Seleka dan milisi anti-Balaka sejak tahun 2013, yaitu sejak milisi anti-Balaka menyerbu Bangui untuk menggulingkan pemerintah. Kondisi ini menyebabkan ribuan warga Muslim terbunuh dan hampir satu juta penduduk kehilangan tempat tinggal.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut relokasi paksa atau pengusiran ribuan penduduk Muslim di beberapa kota dan daerah di CAR sebagai pembersihan etnis. Pihak Muslim mengusulkan supaya dibentuk negara baru di wilayah selatan CAR. Banyak komunitas Muslim CAR menilai disintegrasi demikian sebagai solusi terbaik dan praktis untuk mengatasi kekerasan milisi Kristen di wilayah selatan negara ini.

Perancis sudah mengerahkan 2,000 pasukannya di CAR, sedangkan Uni Afrika juga mengerahkan ribuan pasukan, namun mereka gagal membendung gelombang kekerasan dan serangan mematikan milisi Kristen terhadap warga Muslim di beberapa daerah yang mayoritas penduduknya beragama Kristen. Kekerasan bahkan cenderung meningkat dari hari ke hari. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL