Washington,LiputanIslam.com-Upaya negara-negara Barat untuk menambah tekanan diplomatik atas Rusia terus berlanjut. Pemerintah AS pada Senin (26/3) mengusir puluhan diplomat Rusia dan menutup salah satu konsulatnya.

Tindakan diambil dengan dalih diracuninya Sergei Skripal, mantan agen Rusia yang mendapat suaka di Inggris. Negara-negara Barat menuding Moskow terlibat dalam kejadian tersebut. Sebagai balasannya, sejumlah negara Barat mengusir diplomat Rusia dan menyiapkan beberapa sanksi lain.

Pemerintah AS mengumumkan, para diplomat Rusia punya waktu seminggu untuk angkat kaki bersama keluarga mereka.sebanyak 48 dari para diplomat itu bekerja di kedubes Rusia di Washington, sedangkan 12 lainnya merupakan anggota delegasi Rusia di PBB.

Konsulat Rusia di kota Seattle pun ditutup oleh pemerintah AS. Alasan penutupan konsulat itu, menurut Gedung Putih, adalah dekatnya gedung konsulat dengan pangkalan AL AS dan perusahaan Boeing.

“Tindakan hari ini, dengan mengurangi kemampuan Rusia untuk memata-matai warga AS dan melakukan aksi tersembunyi yang mengancam keamanan nasional AS, akan membuat AS lebih aman,”demikian disebutkan dalam statemen Gedung Putih.

“AS dan sekutunya dengan tindakan ini menjelaskan kepada Rusia, bahwa perbuatan negara ini pasti memiliki konsekuensi. AS siap bekerjasama dan menjalin hubungan lebih baik dengan Rusia. Namun dengan syarat jika Rusia mengubah perilakunya.”

Rusia membantah tuduhan peracunan Skripal dan mengajak Inggris melakukan penyelidikan bersama. Namun London enggan memperlihatkan bukti keterlibatan Moskow dan menolak tawaran tersebut.

Sebuah sumber di Kemenlu Rusia menyatakan, perlakuan negara-negara Barat ini dinilai “provokatif dan tidak bersahabat.” Dia menegaskan, Rusia akan memberikan tanggapan relevan terhadap tindakan tersebut dalam beberapa hari ke depan. (af/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL