Washington,LiputanIslam.com-Di tengah keruhnya hubungan AS-Rusia terkait krisis Ukraina, Suriah, dan klaim keterlibatan Moskow dalam pilpres AS 2016, Gedung Putih kembali melontarkan tuduhan lain kepada Kremlin.

Melalui sebuah statemen resmi, Rusia dituduh sebagai dalang serangan cyber pada Juni 2017. Serangan cyber itu melanda sejumlah negara di Eropa, Amerika, dan Asia.

“Pada Juni 2017, tentara Rusia melakukan serangan cyber paling destruktif dan termahal dalam sejarah. Serangan yang dinamakan ‘NotPeya’ ini menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru dunia, sehingga menyebabkan kerugian milyaran dolar di Eropa, Asia, dan Amerika. Tindakan ini adalah bagian dari upaya Kremlin untuk mengacaukan stabilitas Ukraina, juga merupakan bukti jelas akan intervensi Rusia dalam konflik ini,”demikian disebutkan dalam statemen Gedung Putih.

Pernyataan Gedung Putih dirilis menyusul statemen serupa yang dikeluarkan pemerintah Inggris.

Rusia sendiri berkali-kali membantah keterlibatannya dalam serangan cyber yang dituduhkan kepadanya.

Tuduhan serangan cyber terhadap Rusia ini dilontarkan Gedung Putih, di saat isu intervensi Moskow pada pilpres 2016 dan tuduhan persekongkolan tim kampanye Trump dengan Rusia masih banyak dibicarakan di Amerika. Penyelidikan terkait masalah ini masih terus berjalan hingga sekarang. (af/alalam)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*