Washington,LiputanIslam.com-AS pada Minggu (10/6) menyebut Kanada sebagai pihak bersalah karena pertemuan G-7 berakhir dengan buruk. Perdana menteri Kanada, Justin Trudeau, juga dituduh telah menusuk AS dari belakang. Padahal, para sekutu AS mengklaim bahwa Washington adalah penyebab buruknya akhir pertemuan G-7.

Hanya beberapa menit usai perilisan statemen bersama yang didukung oleh para pemimpin negara anggota G-7, Donald Trump mengunggah cuitan yang mengecam pernyataan PM Kanada dalam konferensi pers.

Larry Kudlow (penasihat ekonomi AS) dalam wawancara dengan CNN mengatakan,”Dia (Trudeau) telah menusuk kami dari belakang.”

PM Kanada, kata Kudlow, telah menjatuhkan pukulan telak bagi G-7.

“Kami hadir dalam pertemuan ini dan menyepakati pembahasan-pembahasan di dalamnya, Kami mengalah terkait dengan statemen akhir pertemuan G-7 dan menerimanya atas niat baik,”ujar Kudlow.

Peter Navarro (penasihat dagang presiden AS) dalam wawancara dengan stasiun televisi Fox juga mengkritik sikap PM Kanada. Dia mengatakan,”Kepala negara asing manapun yang berdialog dengan Trump atas dasar niat buruk dan setelah itu berusaha menusuknya dari belakang usai dialog, akan memiliki tempat khusus di neraka.”

“Trudeau berbicara di konferensi pers atas dasar niat buruk diplomasi. Inilah yang dilakukan Trudeau yang lemah dan tidak jujur itu,”lanjutnya.

Dalam konferensi pers, Trudeau menganggap justifikasi Trump soal pemberlakuan tarif untuk impor baja dan alumunium dari Kanada sebagai dalih untuk keamanan nasional, sebagai penghinaan bagi Kanada yang selalu mendukung AS sejak Perang Dunia I hingga kini. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*