Washington,LiputanIslam.com-Gedung Putih dikabarkan menentang rencana Vladimir Putin untuk mengadakan referendum di timur Ukraina, demikian dilansir kantor berita Associated Press (AP),

Dubes Rusia untuk AS, Anatoly Antonov, mengatakan bahwa saat bertemu di Finlandia, pemimpin AS dan Rusia telah mengabarkan kemungkinan referendum di timur Ukraina. Namun ide tersebut ditentang oleh juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS.

Garrett Marquis mengatakan, kesepakatan antara Rusia dan pemerintah Ukraina untuk mengakhiri konflik di kawasan Donbas tidak mencakup opsi mana pun. Marquis bahkan menyebut penyelenggaraan referendum sebagai hal ilegal.

Padahal sebelum ini, Pentagon telah mengesahkan bantuan militer senilai 200 juta dolar untuk tentara Ukraina. Dengan demikian, nilai bantuan militer AS untuk Ukraina sejak awal kerusuhan pada 2014 lalu telah mencapai lebih dari satu milyar dolar.

Ketegangan di timur Ukraina terus meningkat setiap hari, menyusul jatuhnya pemerintahan Viktor Yanukovich pada 2014 lalu.

Pemerintahan baru Kiev, yang didukung Barat, berupaya meredam protes di kawasan itu dengan tangan besi. Usai meningkatnya kerusuhan di tahun itu, AS dan negara-negara Eropa menuduh Rusia sebagai dalang kerusuhan tersebut. Namun Kremlin berulangkali membantah tuduhan itu.

Hingga kini Rusia telah dijatuhi sejumlah sanksi lantaran krisis di Ukraina tersebut. Masalah ini menjadi salah satu penyebab utama keruhnya hubungan Rusia dengan Barat, terutama AS. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*