Berlin,LiputanIslam.com-Media Rezim Zionis mengabarkan, AS terus menekan pemerintah Jerman untuk menyatakan sayap politik Hizbullah Lebanon sebagai “teroris.”

Dalam laporan yang diturunkan Jerusalem Post, Rabu (24/4), tekanan Washington dilakukan melalui Richard Grenell, dubes AS untuk Jerman.

Menurut sumber-sumber Jerusalem Post, Grenell dalam tiap pertemuan dengan para pejabat Jerman selalu mengulang-ulang permintaan tersebut.

Hingga kini, pemerintah Jerman tidak tunduk terhadap tekanan Washington tersebut. Beberapa waktu lalu, Niels Annen (wakil menteri luar negeri Jerman) dalam wawancara dengan majalah Der Spiegel menyatakan, Hizbullah adalah bagian dari partai politik masyarakat Lebanon, dan hanya sayap militernya yang dicantumkan Uni Eropa dalam daftar organisasi terlarang.

Uni Eropa membagi Hizbullah kepada dua sayap politik dan militer. Uni Eropa memasukkan sayap militer Hizbullah dalam daftar embargo.

Pemerintah AS dan Rezim Zionis dalam beberapa bulan terakhir berusaha keras untuk membatasi aktivitas Hizbullah. Sebab itu, mereka menekan negara-negara Eropa agar mendeklarasikan Hizbullah sebagai kelompok teroris.

Sejumlah tokoh Lebanon juga dicantumkan Washington dalam daftar sanksi atas tuduhan kerjasama dengan Hizbullah. Tujuannya adalah merusak citra kelompok perlawanan ini di mata rakyat Lebanon.

Inggris juga mengikuti langkah AS. Beberapa waktu lalu, London mengumumkan kedua sayap Hizbullah sebagai organisasi teroris, serta melarang aktivitas kelompok ini di Inggris.

Hizbullah sendiri merupakan salah satu partai politik terpenting di Lebanon. Koalisi yang didukung kelompok ini memperoleh mayoritas kursi dalam pemilu legislatif terakhir di Lebanon, walaupun AS sudah berupaya untuk menjatuhkan elektabilitas Hizbullah. Saat ini, Hizbullah adalah bagian dari pemerintahan Lebanon. (af/alalam/fars)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*