Tel Aviv,LiputanIslam.com—Pada Kamis kemarin (24/5), Dubes AS untuk Israel, David Friedman, berfoto bersama dengan anggota organisasi radikal Israel dengan menampilkan foto kontroversial wilayah Yerussalem tanpa Masjid al-Aqsha dan mengganti letak masjid al-Aqsha dengan sebuah kuil. Aksi ini langsung mendapatkan reaksi keras dari warganet, termasuk juga Universitas al-Azhar.

Khawatir akan memicu kemarahan yang lebih kuat dari rakyat Palestina atas pemindahan kedubes AS ke Yerussalem, diplomat AS pun segera mengkritisi tindakan Friedman. Ia mengatakan bahwa Friedman tidak sadar atas perubahan yang terjadi dalam gambar kontroversial itu. Karena itu, Kedutaan Amerika pun meminta maaf dan mengatakan bahwa Amerika mendukung status quo untuk situs suci di Yerussalem.

“Dubes Friedman tidak sadar dengan gambar yang berada disampingnya,” ucap jubir kedutaan AS. “Dia sangat kecewa ada oknum Yahudi yang mengambil keuntungan atas kunjungannya ke Bnei Brak untuk menciptakan kontroversi.”

Permintaan maaf ini bukan kali pertama dilakukan kedutaan AS dan organisasi Israel Achiya. Pada Juni 2016, Menteri Pariwisata Israel menerbitkan sebuah map wilayah Yerussalem al-Quds dan mengganti situs-situs suci umat Muslim dengan kuil-kuil Yahudi.

Peta itu juga memicu kemarahan umat Kristiani karena salah menyebutkan sejumlah gereja bersejarah di wilayah itu. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*