Washington,LiputanIslam.com—Amerika Serikat mempertanyakan kesungguhan Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab untuk berperang melawan terorisme, dengan menyebutnya sebagai sesuatu yang “membingungkan”. Pasalnya, hingga saat ini kedua negara itu belum berhasil menyajikan rincian tuduhan pendukung terorisme yang dialamatkan kepada Qatar.

“Semakin lama, keraguan atas tindakan yang diambil oleh Arab Saudi dan Uni Emirat Arab semakin meningkat,” ucap juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert pada Selasa (21/6).

Nauert menyampaikan komentarnya dua minggu setelah Saudi Arabia dan beberapa aliansi negara teluk lainnya melakukan embargo atas Qatar, dengan menuduh Qatar memberikan dukungannya terhadap terorisme.

“Hingga saat ini, sudah lebih dari dua minggu sejak embargo tersebut dilakukan, kita masih belum mengetahui rincian klaim yang dituduhkan kepada Qatar,” ucapnya.

“Karena itu timbul pertanyaan penting: Apakah tindakan yang diambil oleh Saudi, dkk murni karena khawatir dengan dukungan yang diberikan Qatar terhadap terorisme? Atau karena hal lain yang memang terjadi antara Qatar dan beberapa negara teluk lainnya?”

Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani dijadwalkan akan berkunjung ke AS Minggu depan, untuk membahas blokade yang ditujukan bagi perekonomian Qatar.

Dalam sebuah konferensi yang berlangsung di Ibukota sehari sebelumnya, Sheikh Mohammed mengatakan bahwa Qatar siap untuk membuka dialog yang dimediasi Kuwait, jika blokade atas perekonomian di negaranya dicabut.

Stasiun TV Qatar, di saat yang sama, menyiarkan tentara Turki yang telah tiba di Doha pada Senin untuk memberikan dukungan kepada pemerintah Qatar. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL