Washington,LiputanIslam.com-Juru bicara kementerian luar negeri AS dalam sebuah jumpa pers kembali melontarkan ancaman kepada para sekutunya terkait pembelian sistem pertahanan rudal S-400 Rusia.

Menurut laporan Sputnik, Heather Nauert ditanya seorang jurnalis tentang kesepakatan Turki dan Rusia untuk memfinalisasi pembelian S-400.

Sembari melontarkan peringatan kepada para sekutu AS soal pembelian sistem pertahanan buatan Rusia itu, Nauert tidak menepis kemungkinan pemberlakuan sanksi atas para pembeli S-400.

Sebelum ini, Washington telah berulangkali memperingatkan Ankara agar membatalkan pembelian S-400.

AS mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada negara-negara lain, termasuk para sekutunya, jika mereka membeli produk militer dan pertahanan dari Rusia.

Topik S-400 dan hubungan Turki-Rusia adalah salah satu penyebab keruhnya hubungan Washington-Ankara dalam beberapa pekan terakhir. Hubungan keduanya kian memburuk dengan adanya isu-isu lain seperti penangkapan Andrew Brunson (pendetas AS) di Turki, hubungan Washington dengan sejumlah kelompok Kurdi-Suriah, dan tidak dideportasinya Fethullah Gulen (ulama oposisi Turki yang tinggal di AS).

Washington bahkan menghentikan penjualan jet tempur F-35 ke Ankara, menyusul penekanan dari Kongres AS soal pengkajian ulang hubungan kedua negara dan penentangan terhadap sejumlah kebijakan Turki, termasuk pembelian S-400.

Menteri pertahanan Turki menyebut keputusan Washington ini (menghentikan penjualan F-35) sebagai sebuah “pemerasan.”

Ankara menegaskan, jika Washington bersikukuh membatalkan penjualan F-35, maka pihaknya akan mencari opsi lain, termasuk jet tempur Sukhoi buatan Rusia. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*