Washington,LiputanIslam.com—Pejabat Gedung Putih telah menyatakan bahwa Presiden AS, Donald Trump, sedang menyelesaikan tahapan akhir penjualan senjata ke Arab Saudi, senilai 300 miliar dolar.

“Kami sedang menyelesaikan tahapan akhir transaksi,” ucap pejabat tersebut seperti yang dikutip oleh Reuters pada Jum’at (12/05), seminggu sebelum Trump berkunjung ke kerajaan kaya minyak tersebut.

Pejabat itu menyampaikan bahwa pada tahap ini, transaksi tersebut melebihi 100 miliar dolar dan mungkin akan mengalami peningkatan hingga 300 miliar dolar dalam sepuluh tahun ke depan.

Berdasarkan atas pejabat yang tidak disebutkan namanya itu, Gedung Putih bermaksud membantu Saudi untuk memperkuat angkatan bersenjatanya. Namun, di saat yang sama, AS tetap memastikan militer Israel, sebagai sekutu utamanya di Timur Tengah, adalah yang paling unggul di wilayah tersebut.

Trump telah memutuskan untuk berkunjung ke Saudi Arabia, sebelum akhirnya bertandang ke Israel dalam perjalanan internasional perdananya. Cara ini menunjukkan pentingnya peran Saudi dalam kebijakan internasional Amerika.

Sementara di Riyadh, Trump akan menawarkan kesepakatan dengan produsen senjata, Lockheed Martin, untuk sistel rudal THAAD senilai 1 miliar dolar, serupa dengan yang dikirim AS ke Korea Selatan.

Selain itu, Trump juga akan menawarkan kesepakatan senilai 11,5 milar dolar kepada Saudi untuk empat kapal perang multi-misi dan dukungan teknis. Departemen Luar Negeri AS telah menyetujui kesepakatan tersebut pada tahun 2015,  namun kesepakatan itu tidak pernah berjalan lancar karena adanya ketidaksepakatan di kedua belah pihak.

Kapal tersebut masuk dalam kategori kapal tempur angkatan laut AS, yang dianggap oleh pejabat Pentagon sebagai kapal yang paling bermasalah dan dioperasikan oleh angkatan bersenjata.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir, mengatakan bahwa awal bulan ini Trump telah mengambil langkah-langkah notifikasi kongres untuk penjualan penetrator pelacak lapis baja dan rudal yang dibawa ke kerajaan.

AS telah lama memberikan dukungan intelijen dan senjata ke Arab Saudi dalam agresi dua tahun terhadap Yaman. Sekalipun begitu, Washington telah mendapat tekanan untuk menghentikan penjualan senjata baru kepada Riyadh.

Namun, Menteri Pertahanan AS, James Mattis, dalam kunjungannya bulan lalu ke Arab Saudi, mengatakan bahwa pemerintah baru AS akan melakukan yang terbaik untuk melihat kekuatan Arab Saudi.

Kesepakatan tersebut merupakan yang terbaru dalam rangkaian penjualan senjata kontroversial oleh Trump kepada pemerintah yang memiliki catatan HAM yang buruk, seperti Uni Emirat Arab dan Bahrain.

Kesepakatan tersebut tampaknya merupakan bagian dari rencana Trump untuk meningkatkan pekerjaan manufaktur di AS, sebuah janji yang ia buat selama masa kampanye. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL