Sana’a, LiputanIslam.com — Abdul-Malik al-Houthi, pemimpin gerakan revolusioner Ansarullah menyatakan bahwa Israel, Amerika Serikat (AS) dan sekutunya berusaha untuk memperbudak ummat Islam. Namun ia menyanyangkan karena banyak penguasa di negara-negara Muslim justru melawan aturan Islam.

“Musuh-musuh ummat sedang mencari cara untuk menjadikan seluruh wilayah Yaman terpecah, sehingga mereka bisa mengeruk sumber daya alam negara ini,” ujarnya, seperti dilansir Presstv, (24/12/2015).

Menurutnya, kebijakan Arab Saudi sejalan dengan kepentingan AS dan Israel, yang berusaha untuk menghancurkan ummat Islam.

PBB sendiri telah mengupayakan gencatan senjata, dan telah disepakat selama tujuh hari. Namun Arab Saudi melanggar dan tetap menggempur Yaman.

Abdul Malik juga mengomentari tentang kehadiran pasukan bayaran (Blackwater) di Yaman.

“Kehadiran pasukan bayaran seperti ini untuk memerangi Yaman, telah menunjukkan kedok AS kepada dunia. Seperti inilah mereka memaknai hak asasi manusia, kebebasan, ataupun demokrasi,” kecamnya.

Pasukan Blackwater, adalah pihak yang dituding paling bertanggung jawab atas pembunuhan warga sipil di Irak, Afghanistan dan Yaman.

Abdul Malik menyinggung soal kehadiran kelompok teroris transnasional Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Yaman. Ia menyebut, teroris takfiri itu telah menodai citra Islam, juga berdiri sejalan dengan AS dan Israel.

Korban tewas yang jatuh di Yaman telah mencapai angkap lebih dari 7.500 orang, dan 14.000 orang lainnya menderita luka-luka. Meski demikian, Abdul Malik menyatakan bahwa rakyat Yaman akan tetap bertahan dan melawan.

“AS memang menginginkan pertumpahan darah di Yaman. Mereka ingin memperbudak rakyat. Perang Yaman adalah ‘pertempuran martabat’,” ucapnya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL