Washington,LiputanIslam.com—Dalam rangka menghentikan aktivitas ekonomi Iran, AS menginginkan semua negara menghentikan pembelian minyak dari Iran. Pejabat Departemen Kenegaraan AS mengatakan bahwa negaranya tidak akan membuat pengecualian bagi negara manapun yang masih membeli minyak Iran.

Embargo perekonomian Iran merupakan langkah yang diambil AS usai menyatakan diri keluar dari perjanjian nukli Iran (JCPOA). Amerika di bawah kepemimpinan Donald Trump keluar dari perjanjian nuklir yang telah disepakati oleh presiden Amerika terdahulu. Negara-negara lainnya, seperti Jerman, Inggris, dan Prancis, yang juga tergabung dalam kesepakatan tersebut merasa kecewa dan menyayangkan sikap AS. Bagi mereka, sikap Amerika ini akan melahirkan masalah-masalah lainnya.

Sementara itu, Amerika telah mengumumkan kepada para sekutunya untuk menghentikan impor minyak Iran paling lambat 4 November mendatang.

Seorang analis perminyakan di London, Amrita Sen, mengatakan pada Rabu (27/6) bahwa pemutusan impor minyak ini akan menyebabkan kurangnya pasokan minyak dari Iran sejumlah 1.5 juta barrel perhari. Menurutnya, jumlah ini jauh sekali dari apa yang diperkirakan beberapa minggu lalu. (fd/CNN/Bloomberg)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*