Ali akbarTeheran, LiputanIslam.com — Ali Akbar Velayati, Penasehat Tinggi untuk Kebijakan Luar Negeri Iran memperingatkan bahwa AS berencana menghancurkan negara-negara di kawasan Timur Tengah.

“AS telah melaksanakan rencana mereka untuk menciptakan Timur Tengah yang baru. Tujuannya, untuk memecah Irak menjadi 3 negara kecil, dan memecah Suriah menjadi 5 negara kecil. Dengan begitu, negara-negara kecil ini akan lemah dan Zionis Israel aman terkendali,” paparnya, seperti dilansir Farsnews (19/12/2015).

“Apa yang kita saksikan saat ini, termasuk diciptakannya Al-Qaeda di Afghanistan dan ISIS, ditujukan untuk melawan Kebangkkitan Islam dan memusnahkan rantai perlawanan.”

Menurut Velayati, Suriah adalah rantai emas perlawanan di kawasan. Dan AS, berserta negara-negara sekutunya berusaha untuk menghancurkan rantai itu.

Baca juga: Asy-Syahid Syeikh al-Buthi Ingatkan ‘Invisible Hands’ Hendak Pecah Suriah Jadi 5 Negara

Pernyataan Velayati merupakan respon atas Jenderal Vincent Stewart, Kapala Badan Intelejen AS, yang mengklaim bahwa dampak perang yang berlarut-larut di Suriah dan Irak, maka sulit untuk menjadikan kedua negara itu utuh seperti sediakala.

Di bulan yang sama, Direktur CIA John Brennan mengeluarkan pernyataan yang senada dengan Stewart. Menurutnya, ia akan melihat perubahan dalam satu atau dua dekade mendatang di Timur Tengah.

“Suriah dan Irak (kelak-red) akan teridentifikasi yang merujuk pada suku ataupun sekte keagamaan, bukan pada nasionalisme,” ucapnya yakin.

Tentu saja pernyataan dua pejabat penting di AS ini ditampik oleh Irak. Juru bicara Kementrian Irak mengecam keras pernyataan mereka tentang disintegrasi Irak dan Suriah.

“Lebih baik Barat melakukan upaya pencegahan teroris dari 80 negara yang hari ini membanjiri Irak, ketimbang membesarkan keraguan tentang terwujudnya persatuan di Irak,” kecamnya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL