Sadeq-Amoli-LarijaniTeheran, LiputanIslam.com — Amerika Serikat dituding berusaha mempengaruhi Organisasi Kerjasama Islam (OKI) agar menekan negara anggota tertentu, dalam hal ini Republik Islam Iran, dalam KTT OKI yang baru usai digelar di Istanbul. Hal ini ditunjukkan dengan langkah permusuhan oleh Arab Saudi terhadap Iran.

“Hal ini mengejutkan dan disesalkan. Sebuah organisasi yang dibentuk untuk menghadapi rezim Zionis, ternyata melakukan kampanye menyudutkan terhadap sebuah negara yang selama ini paling depan dalam melawan Zionis. Tuduhan yang dikemukakan dalam pernyataan mereka sama sekali tidak berdasar,” tegas Kepala Kehakiman Iran Sadeq Amoli Larijani, seperti dilansir Tasnim News Agency (18/4/2016).

Sadeq memperingatkan bahwa AS mencoba menyusup ke OKI melalui Saudi untuk mencapai agendanya. “Negara seperti Saudi, memiliki catatan hitam dengan agresi militer ke Yaman yang telah membantai anak-anak dan wanita tak berdosa. Negara seperti itu tidak berhak berbicara tentang Iran,” kecam dia.

Sadeq juga menyatakan harapannya, agar OKI melakukan perubahan dalam melakukan pendekatan, dan kembali kepada khittah-nya sebagai pembela negara Muslim dalam menghadapi Zionis.

Seperti diketahui, Saudi dan sekutu-sekutunya telah mendukung dimasukkannya klausul anti-Iran dan anti-Hizbullah dalam deklarasi akhir dari KTT OKI 2016.

Hal ini menuai reaksi yang sangat keras dari para petinggi Iran. Mantan Komandan Tinggi IRGC menyebut Saudi sebagai setan gila yang harus dihukum atas kejahatan yang dilakukannya.

Rezayee, yang kini menjabat sebagai Sekretaris Dewan Kebijaksanaan Iran (EC), menulis di halaman Instagram bahwa Riyadh menghabiskan uang dalam jumlah besar untuk menghancurkan Iran dan melakukan tindakan gila, memprovoksi negara-negara di kawasan hanya karena kebenciannya terhadap Iran. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL