Foto: www.scoop.it

Foto: www.scoop.it

Sana’a, LiputanIslam.com — Pejabat militer Yaman mengatakan Amerika Serikat harus berhenti ikut campur dalam urusan internal negara itu. Dia juga meminta AS harus berhenti membunuhi rakyat dengan menggunakan pesawat tak berawak berawak (drone).

Melindungi rakyat Yaman dan memerangi terorisme adalah tanggung jawab yang harus ditangani oleh angkatan bersenjata negara itu, bukan oleh orang luar. Dengan menggunakan drone  untuk meneror rakyat, sesungguhnya Washington telah merusak upaya untuk memerangi teroris di negara itu, para pejabat menambahkan.

Yaman adalah negara termiskin di dunia Arab. Empat puluh persen rakyat Yaman hidup hanya dengan  dengan dua dolar AS per hari bahkan kurang dan sepertiga dari rakyat Yaman hidup dalam kelaparan yang kronis.

AS telah meningkatkan serangan pesawat tak berawak di Yaman, meski rakyat Yaman telah mengadakan banyak demonstrasi untuk mengutuk pelanggaran kedaulatan nasional mereka.

Washington telah meningkatkan operasi pembunuhan dengan menggunakan drone di Yaman selama beberapa tahun terakhir. AS mengklaim menargetkan militan/ teroris namun menurut laporan saksi, dan angka yang diberikan oleh pejabat setempat  — menunjukkan bahwa warga sipil yang menjadi korban terbesar dari serangan.

Al-Qa‘ida in the Arabian Peninsula (AQAP) adalah kelompok radikal cabang Al-Qaeda yang beroperasi di Yaman. Untuk memburu mereka, Amerika Serikat melancarkan serangan dengan menggunakan drone. Apakah efektif?

“Serangan drone pasti mampu menewaskan satu orang jahat, tetapi disaat yang sama serangan itu mereka juga menewaskan banyak warga sipil yang tak  berdosa,” tulis Nabeel Khoury, wakil kepala misi di Kedutaan Besar AS di Yaman (2004-2007).

“Mengingat struktur suku-suku di Yaman, Amerika Serikat menumbuhkan 40-60 musuh baru untuk sekali operasi menumpas AQAP dengan drone,” tambahnya. (ba/presstv/antiwarcom)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL