Baghdad,LiputanIslam.com-Juru bicara Hizbullah Irak menyatakan, kelompok-kelompok resistansi mendukung tuntutan sah para pengunjuk rasa Irak. Dia mengatakan, AS dan Saudi berniat menyusupkan para pengacau di tengah barisan para pengunjuk rasa, guna memberi tekanan kepada kelompok resistansi dari sisi keamanan.

Dalam wawancara eksklusif dengan stasiun televisi al-Mayadeen, Jaafar al-Husaini mengomentari pertemuan PM Irak dengan para petinggi kelompok relawan Irak. Menurutnya, tujuan pertemuan itu adalah membentuk koordinasi guna mencegah unjuk rasa warga disalah gunakan demi kepentingan politik.

“Tuntutan para pengunjuk rasa adalah legal, dan kelompok relawan rakyat mendukung tuntutan-tuntutan mereka,”tandas al-Husaini.

Dia menilai, AS berusaha menekan kelompok resistansi Irak, karena tidak menduga bahwa kelompok relawan negara ini bisa menggagalkan rencana-rencana kotor AS di Irak.

“Pertanyaan vital adalah: apakah militer AS dibutuhkan di Irak? Jawabannya adalah tidak. AS masih terus membangun pangkalan militer di perbatasan Irak-Suriah guna mendukung ISIS. Tujuan mereka adalah memberikan tempat perlindungan aman bagi ISIS di kawasan perbatasan,”lanjutnya

“Kami bereaksi dengan memutus hubungan geografis pangkalan al-Tanf dengan tempat mangkal sisa-sisa ISIS di perbatasan. Kami sukses mewujudkan hal ini melalui sejumlah operasi militer. Pangkalan militer al-Tanf adalah ilegal. Kami mengawasi situasi dan pergerakan AS di sana dari dekat. Kami yakin, tujuan pergerakan mereka di perbatasan adalah dukungan bagi ISIS,”pungkas al-Husaini. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*