Washington,LiputanIslam.com-AS pada Rabu (23/5) mengumumkan telah mencabut undangan untuk Tiongkok guna berpartisipasi dalam latihan militer di Samudera Pasifik. Pencabutan undangan ini dilakukan lantaran Beijing dituding memiliterisasi pulau-pulau yang disengketakan di Laut China Selatan.

“Kami memiliki bukti-bukti bahwa Tiongkok menempatkan rudal antikapal dan darat ke udara di kepulauan Spratlys,”kata Christopher Logan, jubir Pentagon, seperti dilansir AFP.

“Kami telah mencabut undangan untuk angkatan laut Tiongkok dalam latihan militer di Samudera Pasifik.”

Yang dimaksud Logan adalah latihan militer terpenting di dunia yang diadakan sekali dalam dua tahun serta diikuti oleh hampir 30 negara.

Menurut Logan, Beijing mengklaim bahwa penempatan rudal-rudal itu bertujuan mewujudkan keamanan maritim, membantu operasi pencarian dan penyelamatan di laut, dan melindungi para nelayan.

“Namun tujuan asli penempatan senjata-senjata ini adalah bersifat militer,”kata Logan.

Sebelum ini, Tiongkok pernah mengikuti latihan militer tersebut pada tahun 2014 dan 2016.

“Militerisasi Laut China Selatan yang kepemilikannya masih disengketakan, hanya akan meningkatkan ketegangan dan mengacaukan stabilitas kawasan. Tindakan Tiongkok tidak sejalan dengan prinsip dan tujuan latihan militer Samudera Pasifik,”tandas Logan.

Latihan militer Samudera Pasifik diadakan pertama kali pada 1971 dan diadakan tiap tahun hingga 1974. Namun setelah mempertimbangkan besarnya latihan militer ini, akhirnya latihan ini diadakan sekali tiap dua tahun. Penggagas latihan militer ini adalah AS, Australia, dan Kanada.

Di pihak lain, kemenlu Tiongkok menyebut pencabutan undangan ini sebagai langkah yang tidak konstruktif. Menlu negara ini berharap AS mengkaji ulang keputusannya. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*