Ankara,LiputanIslam.com-Dikutip dari kantor berita Sputnik, AS disebut tengah merancang sebuah konspirasi baru dengan kelompok teroris ISIS. Biro intelijen AS, CIA, dikabarkan menginterogasi sekira 2 ribu anggota ISIS dari berbagai pangkalan yang dikuasai Partai Buruh Kurdistan. Sebanyak 140 dari para teroris itu lalu diberi paspor-paspor palsu.

Menurut harian Turki, Yeni Safak, AS menjalankan rencana rahasia untuk memindahkan para teroris dari kawasan tersebut melalui Irak dengan nama, dokumen, dan paspor palsu.

CIA disebut harian ini telah mengumumkan sejumlah kawasan di Suriah, termasuk Deir Azzour, sebagai kawasan militer dan melarang warga sipil melintasinya. Kementerian pertahanan AS (Pentagon) menginterogasi sejumlah orang pilihan di kawasan-kawasan yang didudukinya. Setelah itu, orang-orang bersenjata tersebut akan dipindahkan ke basis-basis ISIS dan sebagian lainnya ke pangkalan-pangkalan rahasia yang telah dipilih oleh CIA.

Masih menurut Yeni Safak, sejumlah perwakilan dari intelijen Israel, Prancis, dan Inggris melakukan kunjungan ke pangkalan-pangkalan rahasia tersebut. Mereka lalu membagikan kartu pengenal dan paspor untuk mempersiapkan evakuasi mereka melalui Irak.

Yeni Safak menegaskan, Abu Bakar al-Baghdadi (pemimpin ISIS) bekerja di bawah pengawasan AS. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*