Beirut,LiputanIslam.com-Harian terbitan Kuwait, al-Jarida, mengabarkan niat Washington untuk menjatuhkan sanksi-sanksi baru atas Lebanon. Tujuannya adalah untuk melindungi Rezim Zionis.

Menurut al-Jarida, Jason Greenblatt dan Jared Kushner (para konsultan Trump) menawarkan dua proposal kepada Gedung Putih. Mereka mengatakan, sanksi-sanksi bertahap atas Lebanon ini memiliki dua tujuan: pertama, melucuti senjata Hizbullah dan mencegah ‘petualangan’ baru mereka atas Israel; kedua, meningkatkan tekanan ekonomi atas Iran dan membekuk ‘lengan-lengan regionalnya’ di Timteng.

Greenblatt dan Kushner dikabarkan telah menemui para petinggi biro keamanan Israel. Mereka memberikan informasi dan dokumen terkait Hizbullah, korporasi-korporasi, serta hubungan ekonominya di dalam dan luar Lebanon.

“Sanksi-sanksi AS pertama-tama akan dijatuhkan atas bank-bank serta perusahaan swasta dan pemerintah yang, secara langsung atau tidak langsung, menjalin hubungan dengan Hizbullah. Kementerian Keuangan AS telah menyiapkan daftar perusahaan dan tokoh yang diprediksi akan menerima sanksi,”demikian dikutip al-Jarida dari sumbernya.

Laporan ini menyebutkan, Saad Hariri telah diberitahu perihal sikap pemerintahan Trump terhadap Hizbullah, yaitu tidak membeda-bedakan antara sayap politik dan militernya. Sikap ini juga dianut pemerintahan Barrack Obama terhadap Hizbullah.

AS disebut ‘sangat marah” atas pertemuan anggota Ansharullah Yaman dengan sekjen Hizbullah, Sayyid Hasan Nasrullah. Washington juga memberitahukan kemarahannya atas sikap Michel Aoun (presiden Lebanon) kepada menlu Lebanon, Gebran Bassil.

Kendati Hizbullah melindungi Lebanon dari serangan-serangan Israel, namun al-Jarida memasang tajuk “Hizbullah Menempatkan Lebanon di Ambang Sanksi-sanksi.” Dengan demikian, harian Kuwait yang dekat dengan poros Saudi ini mengesankan Hizbullah sebagai pihak yang bersalah, bukan AS. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*