Washington,LiputanIslam.com-Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata AS berbicara kepada media hari Sabtu (8/9) terkait Suriah dan klaim penggunaan senjata kimia di Idlid, juga reaksi Washington jika itu terjadi.

Menurut laporan Reuters dan Wall Street Journal, Jenderal Joseph Dunford mengatakan, presiden AS sudah bicara terbuka ihwal konsekuensi penggunaan senjata kimia.

“Dia berharap kami (tentara AS) memiliki opsi-opsi militer dan memberitahukan kabar terbaru dan info soal opsi-opsi ini kepadanya,”ujar Dunford.

“Belum ada keputusan untuk menggunakan serangan militer sebagai jawaban atas penggunaan senjata kimia. Namun kami terus berkomunikasi dengan Presiden. Kami meyakinkannya bahwa dia akan tahu bagaimana kami merancang reaksi militer jika serangan kimia terjadi,”sambungnya.

Dunford juga angkat bicara soal pertemuan segitiga Iran-Rusia-Turki, juga perselisihan pandangan antara Teheran-Moskow dengan Ankara terkait operasi militer di Idlib.

“Jelas memprihatinkan. Tapi mungkin tidak aneh jika Rusia, Iran, dan Turki tidak bisa menemukan solusi (untuk Idlib),”kata Dunford.

Dia menjelaskan, jika ada serangan AS ke Suriah, maka Gedung Putih akan menentukan kebijakan soal lingkup dan cakupan serangan tersebut. Sejumlah faktor, seperti cakupan serangan kimia Suriah, akan berpengaruh pada kebijakan di atas.

AS dan kelompok oposisi Suriah terus menyuarakan kemungkinan Damaskus menggunakan senjata kimia di Idlib, padahal negara ini pada 2013 lalu telah memusnahkan atau mengeluarkan senjata-senjata itu dari Suriah. Para petinggi Suriah berkali-kali menegaskan bahwa negara ini sudah tidak memiliki senjata kimia. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*