Washington,LiputanIslam.com—Badan Pertahanan Rudal AS (MDA) mengatakan bahwa negaranya akan segera melakukan uji coba sistem anti rudal-balistik untuk merespon ketegangan antara AS dan Korut  yang semakin meningkat.

Pada Selasa lalu, Korut telah mengumumkan keberhasilannya dalam melakukan uji coba rudal balistik antar benua (ICBM) dan mengkalim bahwa rudal tersebut dapat menjangkau wilayah manapun di seluruh dunia.

Badan Intelijen AS mengatakan bahwa rudal itu kemungkinan merupakan rudal ICBM terbaru dengan jarak tempuh 5.000 kilometer (3.400 mil) yang mampu meluncur dari Korut hingga Alaska.

Sementara itu, MDA mengatakan pada Jum’at (7/7) bahwa negaranya akan melakukan uji coba sistem anti rudal-balistik tingkat tinggi (THAAD) dalam beberapa hari mendatang di Alaska.

“THAAD akan melacak dan mendeteksi rudal yang terbang di atas langit,” ucap Chris Johnson, juru bicara MDA pada awal Juli kemarin.

Sejauh ini, Amerika telah mengirimkan tentaranya untuk melakukan latihan militer bersama musuh regional Korut, Jepang dan Korsel. Pada Rabu (5/7), AS telah meluncurkan rudal ke permukaan perbatasan Korut-Korsel sebagai reaksi atas peluncuran ICBM yang baru-baru ini dilakukan oleh Korut.

Sistem anti-rudal yang dapat melumpuhkan rudal balistik dengan jarak tempuh dekat atau pun menengah sudah mulai beroperasi di Korsel pada bulan Mei lalu. Seoul dan Washington telah mencapai kesepakatan seputar penempatan sistem anti-rudal THAAD pada bulan Juli tahun lalu dengan tujuan untuk melindungi Korsel dari ancaman rudal Korut.

Namun Pyongyang mengatakan bahwa tindakan AS tersebut justru akan mengguncang stabilitas di kawasan tersebut.

Korut mengatakan bahwa pihaknya tengah mengembangkan senjata untuk mencegah terjadinya intervensi sepihak AS terhadap Korut. Pengembangan ini tidak akan berhenti dilakukan selama AS masih menyimpan rasa permusuhan dengan Pyongyang. (fd/Presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL