Potret Plimpton 322, balok bersejarah peninggalan Bangsa Babilonia.

Baghdad,LiputanIslam.com—Sebuah balok peninggalan orang-orang Babilonia membuktikan bahwa trigonometri telah dikembangkan oleh bangsa ini 15 abad sebelum dikembangkan oleh orang-orang Yunani. Balok yang berisi catatan trigonometri itu ditemukan oleh arkeolog asal Amerika pada awal tahun 1900-an di Irak Selatan. Tak hanya itu, metode matematika yang dicatat di dalam balok ini mampu mengubah cara menghitung kita sekarang.

Penelitian terbaru yang dilakukan oleh University of New South Wales, Australia, membuktikan bahwa balok ini menyimpan tabel trigonometri tertua dan terakurat di dunia. Kemungkinan besar, tabel ini menjadi pedoman para arsitek terdahulu untuk membangun kuil dan istana.

“Pencipta tabel ini merupakan orang yang sangat jenius. Sebab, ia memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi,” ucap Dr. Daniel Mansfield dari prodi Matematika dan Statistik di Fakultas Ilmu Pengetahuan UNSW pada Sabtu (26/8).

Ia menambahkan bahwa balok ini merupakan warisan dunia kuno yang sangat berarti bagi generasi kita.

Seorang astronom asal Yunani, Hipparchus yang hidup 120 tahun SM sudah lama dikokohkan sebagai bapak trigonometri. Tetapi, penemuan ini membuktikan bahwa orang-orang Babilonia sudah jauh lebih maju ribuan tahun sebelum Hipparchus ada.

“Plimpton 322 (nama untuk balok tersebut) 1000 tahun lebih awal dari penemuan Hipparchus,” ucap Dr Wildberger.

Kini, balok bersejarah itu tersimpan di Perpustakaan Barang dan Naskah Kuno, Universitas Kolumbia, New York.

Penemuan tentang balok matematika ini telah diterbitkan oleh jurnal Historia Mathematica, jurnal resmi Komisi Internasional untuk Sejarah Matematika. (fd/alalam)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL