Washington,LiputanIslam.com—Menlu Arab Saudi, bersama dengan Dubes UAE untuk AS, dan Direktur intelijen Mossad Israel telah sepakat untuk menjalin kerjasama dalam rangka menggulingkan pemerintah Iran.

Kantor berita APN melaporkan pada Kamis (27/9), kerjasama ini dilangsungkan dalam sebuah konferensi yang bertajuk United Against Nuclear Iran (UANI). Konferensi ini dihadiri oleh beberapa negara yang menentang aktivitas nuklir Iran, seperti Arab Saudi, UEA, dan Israel. Mereka sangat mendukung sikap pemerintah AS yang keluar dari perjanjian nuklir Iran, JCPOA.

Konferensi ini berlangsung hanya beberapa hari setelah terjadinya tragedi teror di Kota Ahfaz, Iran, yang menewaskan 29 orang termasuk perempuan dan anak-anak.

Sementara itu, pihak Iran menuduh AS, Arab Saudi, dan UEA adalah aktor dibalik aksi teror tersebut.

Di tengah berlangsungnya konferensi , Adel Al-Jubeir sempat menyampaikan tuduhan-tuduhan tak berdasar dengan menyatakan, ” Bagaimana mungkin kami akan berunding dengan sebuah negara yang ingin membunuh kami,” ucapnya, tanpa bisa membuktikan ucapan tersebut.

Sementara itu, Yousef al-Otaiba, Dubes UEA untuk AS menyebutkan bahwa tekanan eksternal perlu diberikan kepada Iran agar negara itu mau mengubah pendiriannya. “Isolasi terhadap Iran harus didukung oleh negara-negara Eropa, asia, dan tentu saja AS,” ucapnya menambahkan.

Sejak AS keluar dari perjanjian nuklir JCPOA, ia pun langsung menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Iran. AS berusaha untuk memblokade ekspor minyak yang Republik Islam tersebut. Meski begitu, para diplomat tingkat tinggi dari Prancis, Jerman, Inggris, Cina, dan Rusia telah melakukan pertemuan dengan Menlu Iran, Javad Zarif di New York pada Selasa lalu. Mereka setuju untuk memberikan alternatif di Uni Eropa untuk memfasilitasi pembayaran ekspor minyak Iran. (fd/APN)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*