Jalan di IranRiyadh, LiputanIslam.com – Arab Saudi mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Iran, pasca eksekusi yang dilakukan terhadap Syaikh Nimr Baqir al-Nimr. Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir mengumumkan melalui Al-Arabiya News Channel, dan memerintakan bahwa pengemban misi diplomatik Iran di Arab Saudi agar segera meninggalkan negara monarkhi tersebut dalam waktu 48 jam.

Tindakan ini merupakan reaksi atas demonstrasi yang digelar di depan Kedutaan Besar Arab Saudi di Teheran dan Mashad, yang marah dan mengecam rezim Saudi yang telah membunuh Syaikh Nimr.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Urusan Arab dan Afrika, Hossein Amir Abdollahian mengatakan bahwa Arab Saudi tidak dapat menutupi kesalahan besarnya kendatipun memutus hubungan dengan Iran.

Ia mencatat bahwa tidak ada diplomat Arab Saudi yang dirugikan selama terjadinya protes di Teheran dan Mashad.

“Iran adalah salah satu negara yang paling aman di kawasan, dan diplomat darimanapun bisa melaksanakan tugasnya,” ujar dia, seperti dilansir Presstv, (04/01/2015).

Amir menegaskan bahwa bukan pertama kalinya Arab Saudi mengancam keamanan regional dengan melakukan kesalahan fatal maupun keputusan yang tergesa-gesa. Dengan merencanakan untuk menurunkan harga minyak mentah, menurut Amir, Arab Saudi justru merugikan rakyatnya sendiri rakyat dari negara lainnya di kawasan itu.

Amir juga mencatat bahwa selama perundingan nuklir Iran dengan negara P5 + 1, Arab Saudi juga memainkan peran destruktif.

Bagaimanapun juga, pelaksanakan eksekusi terhadap Syaikh Nimr telah mendapatkan kecaman dari seluruh dunia, termasuk dari badan hak asasi manusia.

Dan kini, sebagai bentuk penghormatan kepada Syaikh Nimr, sekaligus bentuk protes kepada Arab Saudi, Iran mengganti nama jalan di lokasi Kedutaan Arab Saudi di Iran, menjadi jalan Syaikh Nimr. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL