Soleimani2Teheran, LiputanIslam.com — Apresiasi untuk Komandan Brigade Al- Quds Jenderal Qassem Soleimani di sosial media semakin meningkat dari hari ke hari. Para aktivis memuji kesigapan dan keberaniannya dalam memerangi terorisme dengan menggunakan tagar #Shokran yang berarti terima kasih.

“Hidup jutaan penduduk di berbagai negara yang berbeda terancam oleh kekejaman terorisme. Namun bahaya itu terhindarkan karena kehadiran pria ini (Jenderal Soleimani),” tulis Abdullah Jaberi, seorang aktivis Arab di akun Twitter-nya. Aktivis lainnya, Assad Haider menyampaikan bahwa ia berdoa agar Tuhan membantu Jenderal Solemani.

Sebagaimana dilansir Al Alam (9/5/2016), diantara aktivis perempuan, Rahif Al-Baidani menulis bahwa andaikata Jenderal Soleimani tidak mengambil langkah-langkah strategis di Irak, mungkin saja para pemimpin mereka akan diperbudak ISIS dan dijual di pasar Raqqa, Suriah.

Dalam perang berkepanjangan di Irak dan Suriah, Iran telah membantu kedua negara tersebut dengan mengirimkan penasehat hingga pasukan militer. Iran juga mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk membantu warga setempat yang menderita akibat ulah teroris.

Jenderal Soleimani menyebut bahwa teroris takfiri telah mengancam seluruh kaum Muslim, dan karena itu, Iran berkomitmen untuk memerangi teroris yang telah memperbudak wanita dan anak-anak.

“Api dari takfiri dan takfirisme telah melalap rumah-rumah saudara Sunni kami. Mereka yang berada di balik kekacauan ini berilusi bahwa mereka bisa membuat Syiah dan Republik Islam Iran bisa berlutut di kaki mereka. Jauh lebih parah dibandingkan tempat lainnya, sebenarnya kelompok takfiri menargetkan kemanusiaan yang sakral dan dunia Muslim Sunni,” ujar Jenderal Soleimani.

Jenderal Soleimani lantas mempertanyakan kampanye hitam atas perang melawan teror yang menjadi kebijakan Iran.

“Bisakah perang melawan teror ini disebut petualangan semata ketika Republik Islam Iran siap berkorban untuk membela umat Islam? Apakah salah ketika Iran memerangi sebuah kelompok yang membeli dan menjual sekitar 20.000 perempuan muda yang diperbudak? Apakah salah ketika Iran berdiri melawan arus kampanye anti-Islam dan menghentikan penghancuran masjid dan situs-situs umat Islam?”

Menteri Hak Asasi Manusia Irak Mahdi Ameen Al-Bayati, sebagaimana dikutip Jenderal Soleimani menyebutkan bahwa teroris takfiri ISIS telah menjual lebih dari 5.000 perempuan dari Izadi Kurdi di pasar budak. Penghancuran situs-situs sejarah Islam juga terjadi baik di Irak maupun Suriah, yang dilakukan oleh kelompok teroris yang didukung oleh Arab Saudi dan sekutunya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL