Washington,LiputanIslam.com-Sebelum terbetiknya kabar soal pemecatan Rex Tillerson, media-media Barat pada pekan lalu mengabarkan, seorang pebisnis yang terkait dengan UEA telah menekan Trump untuk mengganti menlu AS.

Selasa pekan lalu (6/3) BBC memberitakan akses terhadap email-email yang berisi upaya seorang pebisnis untuk menyingkirkan Tillerson.

Menurut BBC, Elliott Broidy saat bertemu Trump menyebut Tillerson sebagai “orang lemah” dan “menara jelly.” Broidy adalah pebisnis yang terkait UEA dan salah satu pendana kampanye pilpres Trump.

Usai tersiarnya kabar ini, Broidy langsung menuding Qatar telah meretas emailnya. Dia berkata, mungkin saja mereka (Qatar) telah merekayasa isi email-emailnya.

Bagaimanapun juga, Broidy tidak secara terang-terangan menyatakan, apakah dia mengajukan permintaan di atas kepada Trump atau pihak Qatar yang merekasayanya.

Trump mengaku, alasan pemecatan Tillerson adalah perbedaan pandangan mereka berdua terkait JCPOA. Tillerson menghendaki AS bertahan dalam kesepakatan itu, sementara itu Mike Pompeo (opsi Trump untuk menggantikan Tillerson) berpendapat sebaliknya. Pompeo selalu menentang kesepakatan nuklir dengan Iran, bahkan menghendaki penggantian penguasa di Negeri Mullah.

Sejak Trump berkuasa, ada sejumlah laporan bahwa UEA memiliki pengaruh di Gedung Putih. Pengaruh ini disebabkan hubungan dekat UEA dengan kelompok FDD (Foundation for Defense of Democracies), yang sangat dekat dengan Trump.

Meski belum dipastikan UEA terlibat dalam pemecatan Tillerson, tetap saja kabar ini menggembirakan Abu Dhabi, yang menganggap mantan menlu AS itu simpatisan Qatar dan mendukung JCPOA. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*