Riyadh,LiputanIslam.com-Para pengamat mengatakan, kunjungan Muhammad bin Salman (MbS) baru-baru ini ke Amerika dan Eropa ibarat kunjungan sapi perah ke para pemerahnya.

Hanya dalam kurun waktu satu dua bulan terakhir, MbS telah mengeluarkan dana 13 milyar dolar di Inggris, 3 milyar dolar di Amerika, 8 milyar dolar di Prancis, dan 2 milyar dolar di Spanyol.

Sebelum kunjungan ke negara-negara Barat tersebut, MbS juga telah menjalin kesepakatan senilai 450 milyar dolar dengan AS saat Trump melawat ke Saudi.

Pertanyaannya adalah, untuk apa uang itu dibelanjakan?

Selama kunjungannya ke AS dan Eropa, MbS selalu mengulang-ulang kekhawatirannya atas pengaruh regional Iran, terutama di Yaman dan Suriah. Dia berusaha meyakinkan agar AS dan Eropa menindak tegas Iran, dan sebagai imbalannya, dia siap merogoh kocek dalam-dalam.

Putra mahkota Saudi menghambur-hamburkan pemasukan dari minyak dan haji untuk Barat, namun dia terus mengalami kegagalan dalam kebijakan-kebijakan regional negaranya.

Para pendahulu MbS (ayah dan keluarganya) sebelum ini berusaha meredam Kebangkitan Islam di negaranya. Bagi mereka, satu-satunya jalan adalah dengan menyulut api perang di Suriah. Mereka benar-benar berharap akan merayakan jatuhnya Bashar Assad, yang sampai kini masih belum (dan sepertinya sulit) terwujud.

MbS sendiri, pada tiga tahun lalu, bermimpi bisa menundukkan Houthi hanya dalam tiga pekan, sehingga dia dan Mansour Hadi bisa melakukan tari pedang di Sanaa.

Saudi, dan khususnya MbS, tampaknya tidak percaya bahwa kawasan Timteng bisa steril dari ISIS. Mereka juga tak bisa membayangkan Ghouta Timur minus kelompok teroris.

Bagaimana pun juga, saat ini semua yang tak ingin dilihat dan dipahami MbS telah terjadi. Sebab itu, dia berharap agar sekutu Baratnya segera melakukan tindakan. Karena di mata seorang investor, investasi yang ia tanam mesti ada hasilnya. Dalam pandangan putra mahkota muda ini, hasil itu harus segera terlihat.

Sejak awal, sudah jelas bahwa klaim penggunaan senjata kimia hanya sebagai dalih belaka. Dari pertama sudah tampak adanya sebuah skenario yang disusun para pemerah Saudi untuk bisa menyerang Suriah; serangan yang, dari satu sisi, akan membuat MbS senang, dan dari sisi lain, menjelaskan untuk apa Saudi menghamburkan dolar-dolarnya di AS dan Eropa.

Serangan ini juga sebuah pesan kepada para teroris, bahwa MbS masih setia mendukung mereka. Sebagaimana halnya mereka diciptakan dengan dolar-dolar Riyadh, mereka juga akan tetap disokong dengan alat yang sama. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL