Sanaa,LiputanIslam.com-Juru bicara kelompok Ansharullah menuding, masyarakat dunia dan Dewan Keamanan PBB hanya bungkam atas serangan jet koalisi Saudi ke bus sekolah anak-anak Yaman.

“Sejumlah negara telah mengecam kejahatan atas anak-anak di Dhahyan. Potongan-potongan tubuh anak-anak ini mengepung Saudi,”cuit Muhammad Abdus Salam laman Twitter.

“Namun dalam situasi seperti ini, DK PBB tidak punya niat untuk membentuk tim investigasi independen. Masyarakat dunia juga mengabaikan tanggung jawab mereka untuk menghentikan agresi brutal di Yaman,”lanjutnya.

Abdus Salam menegaskan, kebungkaman dan ketidakpedulian mereka telah mendorong koalisi Saudi untuk melakukan kejahatan lebih banyak lagi.

Serangan jet tempur agresor ke sebuah bus sekolah pada Kamis (9/8) lalu menewaskan 55 korban dan melukai 77 lainnya. Pembantaian semacam ini jarang terjadi dalam kurun waktu empat tahun agresi koalisi Saudi ke Yaman.

Dengan dipublikasikannya foto-foto dan laporan dari serangan ini, banyak negara mengecam kejahatan tersebut, kendati tidak menyebut nama pelakunya. DK PBB pada Jumat (10/8) menghendaki investigasi “terpercaya”. Namun DK PBB tetap tidak mengungkap nama pelaku dan juga tidak bicara soal pembentukan tim pencari fakta independen.

AS dan Saudi menolak keras pembentukan tim investigasi “independen.” Mereka bersikeras bahwa penyelidikan mesti dilakukan oleh koalisi Saudi. Di lain pihak, PBB dan Jerman menuntut penyelidikan independen.

Usai statemen PBB, Muhammad Ali Houthi (ketua Komite Revolusi Yaman) menyambut rencana penyelidikan independen. Dia menegaskan, kelompok-kelompok Yaman siap bekerjasama dengan delegasi dari PBB. (af/alalam/fars)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*