Sanaa,LiputanIslam.com-Seorang anggota dewan politik Ansharullah mengatakan, selama AS dan Inggris berupaya menguasai pesisir Yaman dan jalur perlintasan airnya demi memenuhi keserakahan mereka, tak satu pun orang, baik Martin Griffiths atau selainnya, yang bisa mencapai kesepakatan terkait kondisi Hudaydah.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi al-Alam, Salim Mughlis menilai, Griffiths (utusan khusus PBB untuk Yaman) hanya berperan sebagai perantara yang bekerja berdasarkan posisi Dewan Keamanan PBB, sementara DK PBB sendiri berada di bawah kekuasaan AS dan para sekutunya.

“PBB yang tak sanggup membuka kembali bandara Sanaa, tentu lebih tidak mampu untuk menghentikan perang yang disokong AS, Inggris, Saudi, UEA, dan para anteknya dengan segala fasilitas,”kata Mughlis.

“Kami dan rakyat merdeka Yaman tidak pernah berharap kepada utusan khusus PBB. Kami hanya menggantungkan semua asa kami kepada Allah, kebenaran kami, dan kesadaran rakyat Yaman untuk menghadapi agresi dan blokade keji ini.”

Mughlis menegaskan, agresi koalisi Saudi hanya bisa dihentikan dengan keberanian dan keteguhan rakyat Yaman serta bantuan ilahi.

“Musuh tidak punya cara selain menyerah kepada tekad rakyat Yaman dan memilih opsi politik dengan partisipasi semua rakyat, tentu dengan penekanan terhadap kemerdekaan, kehormatan, dan kedaulatan Yaman,”pungkasnya. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*