Sanaa,LiputanIslam,com-Anggota senior Dewan Tinggi Politik Yaman menyatakan, perang Hudaydah adalah perang yang menentukan nasib rakyat Yaman dan para agresor beserta antek mereka.

“Awal pekan lalu kami mendengar bahwa koalisi (Saudi) akan melakukan serangan dan memprediksi akan menguasai Hudaydah dalam waktu beberapa hari. Koalisi bahkan mengklaim akan melaksanakan salat Idul Fitri di kota itu. Mereka melakukan propaganda media besar-besaran terkait hal ini,”kata Dhaifullah Shami dalam wawancara dengan stasiun televisi al-Mayadeen.

Shami melanjutkan, tak lama berselang diketahui bahwa koalisi Saudi gagal dalam serangan mereka. Mereka, kata Shami, dalam dua hari terakhir mengaku telah menduduki bandara Hudaydah. Namun klaim mereka dimentahkan oleh foto-foto dan siaran video dari Ansharullah.

“Seperti yang telah disampaikan Abdul Malik Badrudin sebelum ini, medan perang di pesisir barat akan menjadi rawa yang menenggelamkan agresor dan semua perlengkapan mereka,”tandas Shami.

Shami menegaskan, tujuan Ansharullah dalam perang ini adalah membela tanah air, martabat, kedaulatan dan kemerdekaan Yaman. Di sisi lain, agresor merasa dirinya lebih unggul dan bergantung kepada dukungan kaum arogan dunia.

“Bagi kami, tidak penting apakah musuh merangsek maju atau dipukul mundur. Yang penting bagi kami adalah perjuangan dan keteguhan. Mereka tidak bisa meruntuhkan tekad kami.”

Dia mengatakan, foto-foto dan video-video dokumenter perang menunjukkan kebohongan pihak agresor, karena mereka lebih disibukkan dengan perang media ketimbang fokus pada perang di medan tempur.

Shami membantah kabar yang dikutip kantor berita Anadolu bahwa Teheran mengirim sebuah kapal pemuat helikopter ke Teluk Aden untuk membantu Ansharullah.

“Tiap kali agresor menderita kekalahan, mereka menyebar propaganda seolah rakyat Yaman tidak memiliki kekuatan. Mereka selalu menuduh Iran ingin membantu kami,”tandasnya.

Shami berkata, Iran tidak akan bisa mengirim obat atau air dengan adanya blokade koalisi Saudi. Jadi lebih mustahil jika Teheran bisa mengirim kapal atau helikopter.

“Saudara-saudara kami di Iran selalu dituduh, karena mereka membela kebenaran. Tentu ini sudah menjadi kebiasaan agresor untuk melayangkan tuduhan ke negara lain saat mereka menderita kekalahan,”pungkas Shami. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*