0c89c7f9-bc9e-432e-a9ad-5e8c9aed6cc0Yerusalem,LiputanIslam.com– Seorang anggota Knesset dari partai Likud diskors dari keanggotaan di komite parlemen Israel. Dia diskors karena penolakannya terhadap UU yang akan melegalkan perampasan properti warga Palestina di Tepi Barat.

Benny Begin adalah satu-satunya anggota Komite Perancang UU di Knesset yang menolak UU ini dalam rapat parlemen Senin (5/12).

David Bitan, Ketua Komite dan salah satu pendukung UU ini, menyebut Begin sebagai “pemberontak.” Dia lalu memerintahkan agar Begin diskors selama tiga pekan.

Akhirnya UU ini disahkan Knesset setelah mendapat 60 suara pendukung melawan 49 suara penentang.

Benny Begin mengkritik UU ini dengan mengatakan, pengesahan UU ini adalah penghalang serius dalam proses perdamaian dengan Palestina. “Ini adalah kejahatan perang,”ujarnya.

Dengan disahkannya UU ini, Rezim Zionis diizinkan membangun empat ribu unit rumah di Tepi Barat.

Sebelum ini, Knesset menunda pembahasan UU ini guna menarik dukungan dari para anggota parlemen.

Netanyahu pernah mengutarakan kekhawatirannya bahwa Israel akan diseret ke Mahkamah Pidana Internasional akibat UU ini.

Avigdor Lieberman, Menteri Militer Israel, pernah berkata, Knesset harus menunda pengesahan UU ini sampai Trump dilantik sebagai presiden Amerika. Tujuannya adalah demi mendapat dukungan Paman Sam terkait pembangunan pemukiman Yahudi di Tepi Barat.

Sejumlah negara, bahkan pemerintahan Barrack Obama sendiri, mengecam keras proposal ini. Pengesahan UU ini bisa jadi memancing reaksi keras dunia internasional. (af/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL