Sanaa,LiputanIslam.com-Deputi jubir angkatan bersenjata Yaman menyatakan, segala perangkat militer modern yang dimiliki Saudi, bahkan bantuan dari AS sekalipun, tak sanggup membendung serangan yang dilancarkan tentara Yaman ke sejumlah wilayah Saudi.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi al-Mayadeen, Aziz Rashed mengutip pengakuan Adel al-Jubeir (mantan menlu Saudi) bahwa ruang komando koalisi memperbantukan pakar militer dari Prancis, Inggris, dan AS. Meski demikian, semua itu tak bisa membantu Saudi.

“Kemampuan militer Yaman telah mengungguli koalisi Saudi. Dengan mengirim virus, kami melumpuhkan sistem radar dan elektronik musuh, sehingga membuat mereka dipermalukan,”kata Rashed.

Menurutnya, agresi koalisi telah mendorong tentara Yaman mengerahkan daya pikir dan memicu kreativitas mereka.

Baca: Pasukan Yaman Gempur Lagi Bandara Abha dan Jizan dengan Pesawat Nirawak

“Kini Yaman memiliki 5 tipe rudal balistik, yang tak dimiliki negara-negara lain. Burkan-1, Burkan-2H, Badr-1, dan Badr F adalah rudal-rudal yang diproduksi dengan inisiatif kemenhan Yaman. Semua rudal ini sanggup melewati sistem pertahanan seperti Patriot. Padahal Saudi telah menghabiskan jutaan dolar untuk mengoperasikan Patriot. Kami-lah yang menentukan waktu untuk menargetkan sasaran-sasaran,”jelasnya.

Sayangnya, kata Rashed, Yaman belum memiliki sistem pertahanan udara. Ia berpendapat, jika Yaman memiliki jet F-15, F-16, atau jet buatan Eropa, bisa dipastikan bahwa agresi atas Yaman akan berakhir.

“Musuh syok melihat kemampuan militer kami. Dahulu, mereka mengklaim bisa menduduki Sanaa dengan mudah. Namun kini mereka menangis dan meratap di hadapan dunia. Mereka menggunakan agama, Makkah, dan tempat-tempat suci untuk mengesankan mereka sebagai ‘pihak tertindas.’

“Mereka bahkan mengirim rudal-rudal Yaman ke AS dan Nikki Haley mengklaim bahwa rudal-rudal itu dikirim dari Iran. Padahal, Yaman diblokade dari darat, laut, dan udara, sampai-sampai sebuah telepon pun tak bisa kami impor melalui jasa pengiriman DHL. Namun, lantaran blokade ini, kami bisa memproduksi rudal sendiri,”tandas Rashed.

Dia menegaskan, Dewan Tinggi Politik Yaman mengumumkan kepada agresor, jika mereka tidak menghendaki perdamaian, mereka harus tahu bahwa masih banyak opsi yang belum digunakan oleh Yaman. (af/yjc)

Baca:

Hari-hari yang Lebih Menyakitkan Menanti Rezim Saudi

Terkait Serangan ke Bandara Abha, Ini Nasihat Mantan PM Qatar kepada Arab Saudi

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*