Teheran,LiputanIslam.com-Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran menyatakan, andai ISIS bisa mewujudkan tujuan-tujuannya, Umat Islam dan kelompok minoritas akan menghadapi bencana besar. Begitu pula dengan kondisi kaum wanita dan ekonomi regional.

Dalam wawancara di sebuah stasiun televisi nasional, Ali Shamkhani mengatakan bahwa Iran memerangi ISIS secara bertahap.Menurutnya, Iran bisa saja memerangi kelompok teroris itu dengan kekuatan penuh sejak awal. Namun, sejumlah pertimbangan politik dalam negeri meniscayakan Iran untuk bertindak secara bertahap.

“Andai tidak ada sokongan Barat dan negara-negara Arab kawasan kepada ISIS, kita bisa membasmi mereka lebih cepat dan dengan biaya lebih sedikit,”ungkapnya.

Shamkhani menuturkan, pertempuran versus ISIS telah menewaskan 600 ribu dan menelantarkan 6 juta warga Suriah. Butuh biaya 500 hingga 600 milyar dolar untuk merekontruksi Suriah. Semua ini adalah akibat dari radikalisme sejumlah negara kawasan dan pemanfaatan terorisme oleh Barat demi melindungi Israel.

Shamkhani mengatakan, peran Rusia dalam pentas politik untuk menghadapi tindakan-tindakan internasional tidak bisa diabaikan. Namun, dia mengingatkan, Rusia ‘terlambat’ untuk terlibat langsung dalam penyelesaian krisis Suriah.

“Problem ISIS muncul pada Januari 2011, sedangkan Rusia baru melibatkan diri pada 2015. Dalam jangka waktu tersebut, hanya Iran, Suriah, poros muqawamah (resistansi), serta energi-energi terpendam yang melakukan perlawanan dan menggagalkan upaya ISIS untuk menggulingkan Assad,”tandas Shamkhani. (af/alalam/mehr)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL