Rakyat Iran saat melakukan kampanye memperingati berdirinya Republik Islam Iran di Shiraz, pada Minggu (11/2).

Tehran,LiputanIslam.com—Hari ini, Minggu (11/2), rakyat Iran memperingati hari tumbangnya rezim boneka AS dan Inggris, Mohammad Reza Pahlavi, di Iran, sekaligus merayakan terbentuknya republic Islam Iran yang berhasil dicapai pada tahun 1979.

“Rakyat Iran bangga atas pencapaian revolusi tahun 1979,” ucap Edward Corrigan, pada Press TV.

Hal ini dibuktikan dengan kampanye rakyat Iran yang ingin memperbarui komitmen mereka atas tegaknya republik Islam dan Imam Khomeini, Pendiri Republik Islam Iran. Bahkan, kampanye kesetiaan itu dilakukan saat Iran sedang menghadapi masalah dengan Amerika, terkait persoalan program nuklir JCPOA.

JCPOA Adalah perjanjian yang disetujui oleh beberapa negara besar, termasuk Amerika. Dalam perjanjian ini, Iran diperkenankan untuk mengembangkan program nuklirnya untuk tujuan damai. Tetapi, pada masa kepemimpinan Trump, perjanjian JCPOA kembali dipersoalkan. Ia menyebut perjanjian ini sebagai hal terburuk yang pernah dilakukan oleh Washington.

Tidak hanya itu, Trump pun bersikeras untuk menetapkan kembali sangsi ekonomi atas Iran. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL