Marawi,LiputanIslam.com—Seorang analis gerakan ISIS di Filipina, Mr. Banlaoi, mengatakan pada Kamis (19/10) bahwa Mahmud Ahmad, aktor kunci kelompok teroris ISIS di Filipina, berperan sebagai penghubung antara kelompok ISIS di Filipina dengan komandan pusat ISIS di Suriah. Ia bertugas sebagai penyuplai dana dan tenaga asing untuk membantu para militan setempat memperluas wilayah kekuasaan mereka di Filipina.

Mahmud juga dikabarkan memiliki hubungan dekat dengan Isnilon Hapilon, salah seorang teroris yang paling dicari di Asia, dan Abu Sayyaf. Sebelumnya, Hapilon bersama dengan komandan ISIS lainnya Omarkhayam Maute telah tewas dalam aksi baku tembak dengan pasukan pemerintah yang berlangsung pada Senin lalu.

Mr. Banlaoi mengatakan bahwa sebelumnya, Ahmad telah dilatih oleh al-Qaeda di beberapa kamp di Afghanistan pada tahun 1990, saat ia sedang menempuh pendidikan di Universitas Islamabad Pakistan. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai dosen islamic studies di Universitas Malaya, di Kuala Lumpur, salah satu universitas ternama di negeri Jiran.

Tak hanya itu, ia juga mengatakan bahwa Mahmud Ahmad telah berperan dalam organisasi ISIS dan mendanai transportasi anggota dari Indonesia sebelum mereka melakukan pertempuran pada Mei lalu. Otoritas Filipina mengatakan bahwa sekitar 30 orang asing ikut terlibat dalam pertempuran tersebut.

Berdasarkan atas laporan intelijen militer Filipina, Mahmud Ahmad juga telah memfasilitasi perjalanan empat warga Malaysia untuk bergabung dengan ISIS di Timur Tengah, khususnya Suriah. Ia telah tiba di Mindanao pada tahun 2014 silam dan membantu merumuskan strategi perebutan Kota Marawi.

Banlaoi mengatakan bahwa walaupun Mahmud Ahmad dan Hapilon telah tewas, masih ada teroris lainnya yang akan mengisi posisi mereka.

“Kematian mereka mungkin akan berdampak pada pendanaan kelompok ISIS di wilayah ini. Meski begitu, berbagai ancaman dari kelompok teroris masih mungkin terjadi. Teror belum benar-benar berakhir,” ucapnya.

Hingga kini, lebih dari 200.000 penduduk telah mengungsi, sambil menunggu instruksi dari militer.

Pertempuran di Marawi benar-benar telah menguras tenaga dan dana. Selain itu, pertempuran ini juga telah menjadi ujian bagi para tentara yang miskin dengan perlengkapan militer. Setelah kematian Hapilon, Presiden Filipina, Duterte, terbang ke daerah Marawi dan menyatakan bahwa daerah itu telah bebas dari pengaruh teroris. (fd/NYT)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL