Baghdad,LiputanIslam.com—Seorang diplomat asal Kanada, Patrick Armstrong, menilai bahwa kemenangan Muqtada Al-Sadr pada pemilihan nasional di Irak menunjukkan gagalnya rencana Amerika yang telah disusun bertahun-tahun di negara itu.

Aliansi Al-Sadr telah berhasil memenangkan mayoritas kursi parlemen pada pemilu Irak yang digelar Minggu lalu. Al-Sadr berhasil menggaet 54 kursi parlemen, disusul oleh aliansi pimpinan hadi al-Amiri yang memperoleh 47 kursi, serta aliansi PM Haider al-Abadi dengan perolehan 42 kursi.

“Mungkin sebuah bangsa kini sedang dibangun, tetapi tidak seperti yang diinginkan Amerika,” ucap Armstrong pada Rabu (23/5).

Nama Al-Sadr pertama kali mencuat di Irak pasca Invasi militer yang dilakukan Amerika ke Irak pada 2003. Kemudian Al-Sadr pun membentuk Pasukan Mahdi di sekitar Kota Sadr dan menjadi duri bagi militer AS melalui perlawanan terhadap invasi militer AS tersebut.

Setelah pasukan AS angkat kaki dari Irak pada 2011, Sadr menghentikan aktivitas politiknya, meski tetap kritis pada korupsi yang terjadi di pemerintahan.

Armstrong memuji manuver yang dilakukan oleh Sadr, karena berhasil memenangkan politik di Irak.

“Kekuatan yang ditunjukkan oleh Sadr pada pemilihan itu mempersulit proyek pembuatan negara oleh AS untuk menciptakan negara Irak sebagai sahabat Amerika,” ucapnya. (fd/Sputnik)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*