Damaskus,LiputanIslam.com—Sekneg As, Rex Tillerson, telah menyatakan pada Rabu (17/1) bahwa Trump akan tetap mempertahankan kehadiran militernya di Suriah untuk mencegah pertumbuhan kelompok teroris ISIS dan untuk memberikan strategi baru yang pada intinya menginginkan lengsernya Presiden Suriah, Bashar al-Assad.

Terkait komentar ini, mantan Dubes Inggris untuk Suriah, Peter Ford, memberikan komentarnya terkait keterlibatan As dalam konflik di Suriah. Ia menyampaikan komentarnya dalam wawancara bersama Sputnik pada Kamis (18/1).

Dalam wawancara tersebut Ford mengatakan bahwa kehadiran militer As di Suriah tidak untuk melenyapkan terorisme dari Suriah, tidak juga untuk menangani isu-isu kemanusiaan yang melanda negara itu, dan tidak juga untuk memperbaiki demokrasi yang terjadi. Menurut Ford, kehadiran militer As di Suriah hanya satu, yaitu ingin menunjukkan dominasi Amerika di mata dunia.

Bahkan, Ford menjelaskan bahwa kebijakan-kebijakan yang diambil oleh As di Suriah justru bertujuan untuk membuat Suriah terus bergejolak. Hal ini dilakukan karena Amerika tidak mampu untuk mempengaruhi penguasa, maka satu-satunya cara adalah dengan tetap menjaga kondisi di Suriah agar terus tidak stabil.

Kehadiran Amerika di Suriah telah lama dipertanyakan oleh banyak pihak. Pasalnya, Amerika tidak mendapatkan izin dari pemerintah Suriah untuk menurunkan pasukan militernya di negara itu.

“Apa yang dilakukan oleh Amerika ini telah melanggar hukum internasional yang telah menjamin kedaulatan Suriah sebagai salah satu bagian dari PBB.” Ucap Ford.(fd/Sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL