Damaskus,LiputanIslam.com—Rekayasa serangan kimia di Suriah kembali akan terulang. Sebab, inilah strategi jitu yang cukup ampuh menurut Barat untuk menipu dunia agar turut mengecam pemerintah Suriah serta menurunkan Presiden Suriah, Bashar al-Assad. Seorang Profesor Emeritus di Universitas Minnesota Duluth mempertegas gal ini.

“Mereka (Barat: AS, Inggris, dan Prancis) tahu nahwa Suriah tidak akan menggunakan senjata kimia, pun Pemerintah Bashar al-Assad tidak punya alasan untuk melakukan itu,” ucap H. Fetzer, kepada Presstv pada Jum’at (31/8).

Alasannya, selain karena Suriah tidak memiliki senjata kimia, negara itu juga telah memenangkan perang. Sehingga Suriah tidak memiliki alasan untuk menggunakan senjata kimia, yang justru akan memperburuk pandangan dunia terhadap pemerintah Suriah.

Fetzer menyebut Rusia telah mengumpulkan banyak bukti yang menunjukkan para militan asing telah membawa senjata kimia ke Suriah dan menggunakannya untuk menyerang Suriah.

Menurut Fetzer, sikap yang ditunjukkan oleh AS, Inggris, dan prancis ini sangat buruk dan memalukan. “Mereka hendak menipu dunia dengan permainan yang sudah pernah dimainkan sebelumnya,” ucapnya.

Berdasarkan atas keterangan Presstv, para teroris asing di Suriah telah menculik 20 anak dari Kota Jisr al-Shughur di Provinsi Idlib beberapa Minggu lalu. Kemungkinan 20 anak ini akan digunakan sebagai korban penggunaan senjata kimia. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*