London,LiputanIslam.com—  Amerika mulai putus asa melakukan sepak terjangnya di Suriah untuk menurunkan pemerintahan Bashar al-Assad dari tampuk kekuasaan. Hal ini disebabkan oleh kemenangan demi kemenangan yang berhasil dicapai oleh Pasukan Arab Suriah di Ghouta Timur melawan kelompok teroris ISIS.

Penulis sekaligus Jurnalis, Adam Garrie, mengatakan pada Rabu (7/3) bahwa administrasi Presiden AS, Donald Trump, telah mempertimbangkan  tindakan militer ke pemerintah Suriah menyusul tuduhan-tuduhan bahwa pemerintah Suriah telah menggunakan senjata kimia untuk menyerang kelompok militant.

Washington Post melaporkan pada Senin (5/3) bahwa Trump meminta militernya bersiap-siap untuk menghukum pemerintah Bashar al-Assad, sebagai respon atas tuduhan penggunaan serangan gas chlorine dan gas-gas kimia lainnya untuk melawan kelompok militan yang disponsori oleh asing.

Tuduhan ini telah ditepis oleh pemerintah Suriah dan menyebut tuduhan itu sebagai kebohongan.

“Amerika dan beberapa pendukung teroris lainnya sedang putus asa. Pasukan Arab Suriah dan aliansinya telah memperoleh kemajuan melawan kelompok teroris di Ghouta Timur, Minggu lalu,” ucap Garrie.

“Seperti biasa, organisasi White Helmet, sebuah organisasi yang berafiliasi pada kelompok teroris, mengatakan adanya serangan kimia di Ghouta,” tambahnya.

“Saya meragukan bahwa para elite AS begitu bodohnya percaya pada keterangan dari kelompok propaganda ini. Tetapi, klaim semacam ini tetap bisa menjadi alasan bagi AS untuk menghalangi upaya pembebasan wilayah Ghouta dari Pasukan Arab Suriah,” terangnya.

Minggu lalu, Suriah bahkan menolak klaim-klaim yang menuduh dirinya memiliki senjata kimia. Ia menekankan bahwa kelompok terorislah, seperti al-Nusra dan ISIS, yang telah memperoleh beberapa stok senjata kimia.

Dubes Suriah untuk PBB di Jenewa, Hussam Edin Aala, pada Rabu menolak “tuduhan palsu” yang dibuat oleh beberapa negara untuk melawan Suriah. Ia mengatakan, “Suriah tidak mungkin menggunakan senjata kimia, karena Suriah tidak memiliki benda semacam itu.” (fd/Presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*