Baghdad,LiputanIslam.com-Seorang analis masalah politik dan keamanan Arab mengatakan, kabar keluarnya pasukan Amerika dari Irak hanya sebuah propaganda. Menurut Hafidh al-Basharah, dengan propaganda ini Amerika ingin menyembunyikan wajah aslinya dari dunia.

Amerika disebut telah menyusun rencana untuk berada di Irak untuk waktu yang lama. Indikatornya adalah dibangunnya lebih dari 20 pangkalan militer di Irak oleh Amerika. Sebagian dari pangkalan tersebut berada di wilayah gurun barat Irak, dan sebagian lain berada di bandara-bandara yang ditempati bersama-sama dengan pasukan Irak.

“Saat ini, sejumlah biro intelijen Amerika beraktivitas di sejumlah kota Irak dalam bentuk perusahaan keamanan atau hotel-hotel besar,”kata al-Basharah.

Menurut analis politik ini, personel militer Amerika di Irak amat bervariasi. Salah satunya adalah agen intelijen dan tim reaksi cepat.

Sebelum ini, Associated Press menukil kabar dari seorang pejabat Irak, bahwa pasukan Amerika mulai meninggalkan Negeri Seribu Satu Malam atas kesepakatan Washington-Baghdad.

Kementerian Pertahanan Amerika segera menepis kabar tersebut beberapa jam setelah dirilisnya berita itu.

Pasukan Amerika meninggalkan Irak pada tahun 2011 menyusul kegagalan beruntun mereka. Namun mereka kembali pada tahun 2014 dengan dalih memerangi ISIS sebagai pemimpin koalisi internasional antiteroris.

Usai dinyatakannya kekalahan ISIS, sejumlah kelompok dan tokoh Irak, seperti gerakan Sadr, Ashaib Ahl al-Haq, dan selainnya, menuntut agar pasukan asing ditarik keluar dari Irak.

Gelombang tuntutan penarikan pasukan asing kian menguat, terutama pasca serangan jet tempur Amerika pada Sabtu pekan lalu di barat provinsi al-Anbar. Serangan itu dikabarkan menewaskan dan melukai 20 warga Irak. (af/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*