Riyadh,LiputanIslam.com—Amnesti Internasional memnita pemerintah Arab Saudi untuk mengurungkan eksekusi mati atas seorang ulama sekaligus aktivis perdamaian, Salman Al-Ouda, dan berharap agar kerajaan tersebut segera membebaskannya tanpa syarat apapun.

Dalam sebuah jumpa pers pada Sabtu (27/7) kemarin, Amnesti Internasional mengungkap bahwa Al-Ouda mungkin akan dieksekusi pada Minggu hari ini.

Seperti yang dikutip dari CNN, Syeikh Al-Ouda dilaporkan pernah menyarankan Putra Mahkota Mohammad bin Salman untuk melakukan reformasi di Arab Saudi.

Ulama berumur 71 tahun itu ditangkap pada 2017 silam dan menerima sejumlah tuduhan terkait dengan aktivitas perdamaian yang dilakoninya.

Lynn Maalouf, Direktur Riset Amnesti Internasional di Timur Tengah, mengatakan: “Kami sangat prihatin dengan hukuman mati yang dijatuhkan kepada Syeikh Salman Al-Ouda.”

“Sejak ia ditangkap, Syeikh Al-Ouda telah mengalami berbagai macam perlakukan mengerikan, termasuk penahanan pra-persidangan yang berkepanjangan, kurungan terisolasi, dan perlakukan buruk lainnya. Semua itu sangat mencederai haknya untuk mendapatkan pengadilan yang adil,” tambahnya.

Kerajaan Arab Saudi membenarkan tindakannya itu dengan mengatakan bahwa kebijakan ini dilakukan untuk memerangi terorisme. Menurut Lynn, hal itu dilakukan kerajaan untuk membungkam aspirasi masyarakat di negara itu. (fd/Memo)

Baca: Erdogan mengaku Akan Lawan Semua Sekutu Israel

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*