Sanaa,LiputanIslam.com-Badan Amnesti Internasional dalam laporan terbarunya menyinggung pelanggaran HAM yang dilakukan UEA di penjara-penjara rahasia Yaman. Organisasi ini menyebut perlakuan kepada para tahanan di sana sebagai kejahatan perang, sehingga harus segera diinvestigasi.

“Amnesti Internasional menyimpulkan, pasukan yang didukung UEA di Yaman melakukan penangkapan-penangkapan dan mempraktikkan penyiksaan di penjara-penjara rahasia,”demikian disebutkan dalam laporan tersebut.

UEA adalah salah satu anggota koalisi yang mengagresi Yaman dalam tiga tahun terakhir. Agresi ini telah menewaskan dan melukai puluhan ribu warga Yaman, juga menghancurkan mayoritas infrastruktur negara tersebut.

Sebelum ini, kantor berita Associated Press (AP) mengumumkan keberadaan 18 pnjara rahasia di selatan Yaman yang dikelola UEA dan sekutunya. Lebih dari dua ribu tahanan di penjara-penjara tersebut mengalami penyiksaan keji.

Salah satu bentuk penyiksaan, lapor AP, adalah mengikatkan tahanan di besi dan menaruhnya di atas api.

Sekelompok pakar PBB dalam laporan yang dirilis Januari lalu menyatakan, UEA bertanggung jawab atas penyiksaan para tahanan dengan cara dipukuli, disetrum, tidak diberi pengobatan, dan kekerasan seksual.

Menurut para pengamat, para penguasa di selatan Yaman, yang merupakan pendukung UEA, adalah boneka Abu Dhabi. Selain mengelola operasi-operasi militer di kawasan itu, mereka juga membuat penjara-penjara rahasia untuk menahan dan menyiksa warga selatan Yaman. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*